201 Calon Tenaga Kontrak tak Hadir    

Sebanyak 201 calon tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Abdya tidak hadir mengikuti ujian tulis

201 Calon Tenaga Kontrak tak Hadir      
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Sekda Abdya, Drs Thamrin dan Kepala BKPSDM Abdya, Drh Cut Hasnah Nur memantau pelaksanaan ujian tenaga kontrak di lingkungan pemkab Abdya, Minggu (31/12/2017) di SD Tunas Bangsa Abdya. 

* Banyak Peserta Salah Lokasi Ujian

BLANGPIDIE - Sebanyak 201 calon tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Abdya tidak hadir mengikuti ujian tulis, Minggu (31/12) pagi. Kabid Pengembangan BKPSDM Abdya Rahmad Sumedi SE kepada Serambi, Senin (1/1) tidak mengetahui penyebab tidak hadirnya calon tenaga kontrak yang mencapai ratusan tersebut.

“Tidak ada keterangan, kalau sakit bisa kita beri fasilitas khusus, seperti salah seorang calon tenaga kontrak yang baru melahirkan di SMK 1 Abdya,” sebutnya. Dalam pelaksanaan ujian serentak di 37 sekolah di Abdya itu, Sekda Abdya Thamrin bersama Kepala BKPSDM Abdya Cut Hasnah Nur serta Kabid Pengembangan BKPSDM Abdya Rahmad Sumedi menemukan sejumlah persoalan teknis. Seperti adanya kekurangan soal dan lembar jawaban, serta masih ada peserta yang tidak tahu dan salah lokasi ujian.

Sekda mengatakan kekurangan soal dan lembar ujian disebabkan adanya kelebihan peserta yang hadir disebabkan salah lokasi ujian. Namun, persoalan kekurangan itu dapat teratasi. “Bagi yang salah lokasi, selama ada kursi di sekolah itu, mereka tetap dibolehkan ujian. Absen mereka sudah kita minta pada pengawas ditambah saja di bawahnya,” ujarnya saat meninjau sejumlah lokasi ujian.

Menurut Thamrin, banyaknya peserta salah mendatangi lokasi ujian itu disebabkan adanya kekeliruan dari peserta dalam melihat nomor ujian.

Sementara itu Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya Miswar meminta panitia memeriksa kembali dokumen calon tenaga kontrak.

“Banyak masyarakat melaporkan ada sejumlah tenaga kontrak yang memalsukan ijazah atau dokumen penting lainnya,” ujarnya kepada Serambi kemarin.

Menurutnya membludaknya calon tenaga honorer non PNS yang mendaftar mencapai 9.672 orang, selain tidak dibatasinya umur, juga akibat panitia yang tidak selektif memeriksa dokumen.

“Bagi yang mengetahui adanya kecurangan, bisa sampaikan pada kami,” sebutnya. Selain ijazah, kata Miswar, dokumen yang rentan dipalsukan adalah, akta IV bagi tenaga kependidikan, STR bagi tenaga kesehatan, serta KTP dan KK.

Ketua Panitia Penerima Tenaga Kontrak Abdya Thamrin saat dikonfirmasi Serambi mengaku akan menindaklanjuti terkait adanya laporan masyarakat tentang pemalsuan ijazah dan dokumen. “Jika terbukti bagi calon yang melakukan pemalsuan, maka calon tersebut gugur dan dieliminasi,” ujarnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved