SerambiIndonesia/

Tafakur

Penghenti Kelezatan

Hidup di dunia ini sungguh mengasyikkan. Bagi yang sudah memiliki jabatan tinggi, uang banyak dan kesehatan baik

Penghenti Kelezatan

Oleh: Jarjani Usman

“Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus segala kelezatan (dunia)” (HR. Tirmidzi).

Hidup di dunia ini sungguh mengasyikkan. Bagi yang sudah memiliki jabatan tinggi, uang banyak dan kesehatan baik, hidup bagaikan di surga dunia. Kemana-mana mudah dan mendapat fasilitas terbaik mulai dari rumah besar hingga kendaraan mewah. Di mana-mana banyak kawan dan orang-orang pun menyanjung tinggi. Namun ingatlah, kata Rasulullah SAW, semua kelezatan itu akan dihentikan.

Saat ajal tiba, kita akan sendiri di alam kubur, di tempat yang luasnya hanya cukup untuk membaringkan tubuh. Saat kematian terjadi dan dibawa ke kubur, memang orang mengucapkan belasungkawa hingga menulis besar-besar di koran, datang melayat, membawa ke liang kubur, dan membicarakannya beberapa hari. Seiring berlalunya hari, mereka akan melupakannya. Sedangkan kita yang terbaring bertahun-tahun di sana menunggu akhirat akan enak bila memiliki cukup amalan yang pernah dilakukan sewaktu di dunia.

Namun sungguh mengerikan kehidupan di alam kubur bagi orang-orang yang sewaktu hidupnya penuh dengan perbuatan berdosa. Bekerja sepanjang karir dalam bidang-bidang yang mengutamakan duniawi, menganiaya orang lain, mengabaikan ibadah, dan sejenisnya. Kalaupun memimpin anak buah, mereka terpimpin ke dalam perbuatan-perbuatan berdosa. Dan bahkan mereka melanjutkan perbuatan itu walaupun kita menjerit pilu di alam kubur karena dosa anak buah terus-menerus mengalir kepada kita.

Karena itu, bagi yang masih hidup, dianjurkan untuk memperbanyak mengingat kematian. Termasuk ketika bekerja agar kita insaf bahwa kehidupan dunia ini sesaat saja, sehingga perlu memilih bekerja dalam bidang yang penuh kebaikan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help