Droe Keu Droe

Saya Jadi Korban TSEL-APPS

SAYA seorang pelanggan Telkomsel sejak dua puluh tahun terakhir, merasa dirugikan dengan tindakan penipuan

Saya Jadi Korban TSEL-APPS

SAYA seorang pelanggan Telkomsel sejak dua puluh tahun terakhir, merasa dirugikan dengan tindakan penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel melalui aplikasi TSEL-APPS.

Penipuan atas nama Telkomsel itu menyasar saya pada Rabu, 27 Desember 2017, ketika sebuah panggilan masuk ke nomor saya, serta diikuti rangkaian SMS (short massage service) dari TSEL-APPS. Akibat perbuatan tersebut nomor handphone saya terblokir selama nyaris 30 jam, terhitung sejak Kamis, 28 Desember 2017 malam.

Alangkah terkejutnya saya ketika mendapatkan kabar dari seorang petugas CS (Customer Service) di Grapari Banda Aceh yang menyatakan, sebagai seorang customer saya dinyatakan telah “terutang” pada Telkomsel sebesar Rp 1.080.000 (satu juta delapan puluh ribu rupiah).

Guna membuka blokir Kartu Halo saya itu, saya diminta oleh petugas CS Grapari Banda Aceh untuk melunasi “tagihan haram” tersebut. Atau minimal saya harus membayar 50 persen dari tagihan yang tak pernah saya relakan itu. Saya membayar biaya tagihan sebesar 50 persen itu sekitar pukul 14.01.52, Jumat 29 Desember 2017. Namun blokir Kartu Halo saya baru dibuka sekitar pukul 21.00 WIB.

Melalui petugas CS di badge namanya tertulis, Salmina Isa, saya menyatakan keberatan dengan penipuan tersebut. Karena diakui jika aplikasi TSEL-APPS bisa “dibobol” pihak luar. Seharusnya, aplikasi itu dihilangkan saja oleh pihak Telkomsel, sehingga pelanggan tak dirugikan.

Petugas CS itu mengatakan bahwa pihak Telkomsel telah menyosialisasikan kepada pelanggan mereka melalui media massa. Serta juga melalui situs Telkomsel. Selain itu juga melalui buklet yang dibagikan kepada pelanggan yang datang ke Grapari Banda Aceh.

Yang ingin saya tanyakan kepada Telkomsel, mengapa pengumuman soal penipuan itu tidak disampaikan secara personal kepada pelanggan Telkomsel, seperti saat pemberitahuan utang atau tagihan serta pelunasan melalui SMS? Karena tidak ada urusan pelanggan harus membaca di media massa cetak atau elektronik, atau di kantor Grapari sendiri, yang didatangi kalau kebetulan pelanggan bermasalah dengan nomornya.

Saya merasa bukan hanya dirugikan Rp 1.080.000, namun karena terblokirnya-yang diveronika telepon-saat dihubungi terkesan saya yang memblokir semua nomor panggilan. Padahal yang meblokir adalah Telkomsel, karena “tagihan haram” yang saya terima.

Akibat terblokir lebih 24 jam, banyak deal saya yang hilang, hingga kerugian saya mencapai puluhan juta rupiah. Karenanya saya bertanya, siapa yang bertanggung jawab atas kerugian saya akibat terblokir terasebut?

Jika pun diblokir, seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya kepada saya selaku pelanggan, bahwa saya ada tagihan hingga jutaan rupiah. Atas dasar itu saya merasa sangat dirugikan oleh manajemen PT Telkomsel. Dan atas pengeluaran yang saya tak hendaki itu, saya tak pernah mengikhlaskannya.

Nurdinsyam
Pelanggan Kartu Halo 081168xxxx. Emai: nurdinsyam@yahoo.co.id

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help