SerambiIndonesia/

Usai Menikah, Pengantin Wanita Ditangkap

NI (36), pegawai negeri sipil (PNS) wanita pada Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe diciduk tim Polsek Banda Sakti

Usai Menikah, Pengantin Wanita Ditangkap
Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo memperlihatkan kedua tersangka wanita yang ditangkap atas kasus dugaan penipuan, baik sebagai pengurus pindah kerja bagi PNS atau calo proposal bantuan modal usaha. Foto direkam Minggu (31/12). 

* Berdalih Bisa Urus Pindah Kerja PNS

LHOKSEUMAWE - NI (36), pegawai negeri sipil (PNS) wanita pada Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe diciduk tim Polsek Banda Sakti beberapa jam seusai prosesi pernikahannya. Dia diringkus atas dugaan kasus penipuan terhadap sejumlah PNS lainnya dengan dalih bisa mengurus pindah kerja mereka, baik antarkabupaten maupun antarprovinsi.

Dari tiga korban yang sudah terdata pihak kepolisian, keuntungan yang telah berhasil diperoleh wanita asal Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe itu mencapai Rp 79 juta.

Tim Polsek Banda Sakti juga berhasil menciduk PJ (27), wanita asal Tanah Pasir, Aceh Utara. PJ ditangkap juga atas kasus dugaan penipuan. Namun, modus operandinya dengan NI berbeda, yakni berlagak sebagai PNS di Bagian Kesra Pemkab Aceh Utara. Lalu ia tawarkan kepada sejumlah korban bisa mengurus modal usaha. Total kerugian dari tiga korban PJ yang sudah terdata pihak kepolisian mencapai Rp 14,5 juta.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arief Sukmo Wibowo kemarin, menyebutkan, beberapa pekan lalu, pihaknya mendapat laporan dari Irfan, seorang PNS di Aceh Selatan. Irfan mengaku pada Februari 2017 menyerahkan uang kepada NI sebesar Rp 9 juta untuk biaya pengurusan pindah kerja dari Aceh Selatan ke Pidie Jaya. Lokasi penyerahan uang berlangsung dalam wilayah hukum Polsek Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Namun, hingga jelang akhir tahun 2017, belum ada kejelasan, sehingga korban membuat laporan ke polisi. “Tak lama kemudian ada dua korban lainnya berasal dari Gayo Lues yang datang ke polsek dan mengaku juga telah mengurus kepindahan melalui NI agar bisa pindah ke Solo dan Medan. Mereka memberikan uang dalam jumlah berbeda, yakni 38 juta rupiah dan 23 juta rupiah,” papar Iptu Arif.

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pada Jumat, 29 Desember 2017, diketahui NI baru saja melakukan pernikahan di KUA Banda Sakti. Selanjutnya rombongan pengantin pulang ke rumah untuk sesi makan dan foto-foto. “Saat itulah kami datangi rumah tersangka dan langsung menangkapnya untuk menjalani proses hukum lanjutan,” ujar Kapolsek Banda Sakti.

Menurut Kapolsek, sepekan sebelum menangkap terhadap NI, tepatnya pada Jumat, 22 Desember 2017, pihaknya juga berhasil menangkap PJ, seorang wanita asal Aceh Utara, yang juga diduga terlibat dalam kasus penipuan.

Modus operandi PJ, pada 17 Desember 2017, dengan menggunakan pakaian lagaknya seorang PNS, menemui tiga korban di tiga lokasi terpisah yang semuanya dalam wilayah hukum Polsek Banda Sakti. Dia mengaku bisa mengurus modal usaha untuk para korbannya dengan jumlah bervariasi, antar Rp 30 juta sampai Rp 65 juta per orang.

Namun, dari korban ia minta biaya pengurusan. Korban pertama, Mansur asal Samudera Aceh Utara, menyerahkan uang Rp 5,5 juta. Korban kedua, Muhibuddin asal Kuta Makmur, Aceh Utara, menyerahkan uang Rp 5,5 juta. Korban ketiga, Murdani juga asal Kuta Makmur, menyerahkan uang Rp 3,5 juta.

Tersangka berjanji, satu pekan ke depan, dana akan cair dan langsung ditransfer ke rekening para korban. Namun, setelah ditunggu satu pekan dana juga belum cair, maka para korban membuat laporan ke Polsek Banda Sakti. “Setelah kita lacak keberadaan tersangka, akhirnya dia pun berhasil kita tangkap,” ujarnya.

Ditambahkan, kedua wanita yang diduga telah melakukan penipuan ini dibidik dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 KUHPidana tentang penipuan dengan ancaman masing-masing empat tahun penjara. (bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help