Abusyik Rencanakan Mutasi Pejabat

Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik berencana segera melakukan mutasi pejabat SKPK Pidie sebagai bentuk

Abusyik Rencanakan Mutasi Pejabat
Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik)

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik berencana segera melakukan mutasi pejabat SKPK Pidie sebagai bentuk evaluasi para pejabat Pemkab yang dilantik oleh kepala pemerintahan sebelum ia menjabat. Menurutnya, kinerja pejabat Pemkab Pidie saat ini sangat rendah, bahkan ada yang tidak mematuhi perintahnya sebagai bupati. Sehingga harus segera dievaluasi dan diikuti dengan mutasi pejabat, yang rencananya dilakukan pada pertengahan Januari ini.

“Sebelumnya, saya berharap evaluasi untuk perbaikan kinerja bisa dilakukan secara alami. Namun ternyata hal ini gagal, banyak pejabat yang tidak menjalankan tiga hal yang saya perintahkan sejak awal menjabat,” kata Abusyik dua hari lalu.

Ia menjelaskan, tiga hal yang tidak dilaksanakan jajarannya saat ini, yaitu tidak melakukan perbaikan kinerja dari bawah ke atas. Kemudian, sejumlah pejabat diminta tidak bersikap curiga dengan pimpinan yang baru. Selain itu, seluruh PNS Pemkab Pidie diminta bekerja secara profesional, jujur dan ikhlas dalam melayani masyarakat.

“Ketiga perintah saya ini tidak berjalan. Sehingga perlu ada pergantian kabinet yang akan dilakukan segera, namun jadwalnya belum kami tentukan,” ujarnya, kepada Serambi.

Ia juga kecewa dengan kinerja pegawai Pemkab Pidie saat ini yang menurutnya kurang respons terhadap keluhan masyarakat. Antara lain, terkait pendataan anak-anak yang mengalami gizi buruk, keluhan petani terkait padi yang terserang hama, dan persoalan kelangkaaan elpiji yang terus terjadi.

“Saya sudah beri waktu tiga bulan kepada pejabat SKPK terkait untuk membenahi persoalan-persoalan itu, tapi tidak satu pun instansi yang menurutinya. Dan hari ini, masyarakat Pidie kecewa terhadap SKPK yang tidak menjalankan apa yang diperintahkan bupati. Padahal Bupati adalah milik rakyat,” tukasnya.

Wakil Bupati Pidie, Fadhullah TM Daud, saat bersilaturrahmi dengan wartawan di Kantor PWI Pidie, Selasa (2/1), juga mengisyaratkan dilakukannya mutasi dalam waktu dekat. “Pada 17 Januari 2018 mendatang, usia kami menjabat sudah genap enam bulan. Jadi sudah saatnya melakukan evaluasi terhadap kinerja pejabat,” jelasnya.

Menurutnya, evaluasi itu merupakan bagian dari kinerja organisasi. “Evaluasi terhadap kinerja itu penting untuk peremajaan. Walaupun sampai sekarang kami belum mengambil sikap. Evaluasi ini perlu dilakukan jika aparatur tidak menunjukkan sisi positif untuk masyarakat. Karena sistem birokrasi seharusnya membantu masyarakat mengatasi persoalan yang mereka hadapi,” katanya.

Padahal, di masa pemerintahannya bersama Abusyik, ia berharap Pemkab Pidie mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada pada angka 6,6, di bawah IPM rata-rata nasional sebesar 7,2. “Indeks ini ditentukan oleh sektor kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat. Untuk itu kami akan lebih serius mendorong perbaikan pelayanan masyarakat dan peningkatan IPM yang berdampak pada pengurangan angka kemiskinan di kabupaten ini,” tegasnya.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help