Fadli Zon Gelar Voting Capres Pilihan 2019 di Twitter, Hasilnya Jokowi Kalahkan Prabowo

Voting head to head ini digelar di cuitan Fadli Zon, sejak pukul 07.17 sampai 13.20 WIB, Rabu (3/1/2017).

Fadli Zon Gelar Voting Capres Pilihan 2019 di Twitter, Hasilnya Jokowi Kalahkan Prabowo
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Jokowi dan Prabowo berbincang di beranda Istana Merdeka. 

Tri Setiawan‏ : Lapor bang Fadli Zon..Harga beras di daerah saya Purwokerto Banyumas Melonjak naik jadi 12.500/kg.. mohon diberi pencerahan dan ditindaklanjuti..terima kasih

Mina ⓥⓘⓥⓐ Mina : Jangan itu pilihannya pak, bosen..fadli zon sama fahri hamzah aja seru keknya..
16 replies 8 retweets 125 likes

davidtuan andartua s‏ : jika pilpres saat ini aku pilih om fahri,tp klo pilpres 2019 pilih pak de @jokowi dong

Nurhayani_Nunung35‏ : Replying to @Aniesanudin @Riyant861 @fadlizon Di polling yg menang bocor Realita yg kalah bocor

#eagle fly free‏ : Sy lihat Pakde msh menang meski di surveinya Pak Fadli. Kalau Prabowo yg unggul, bisa2 Fadli sujud sukur lg. 1 reply 1 retweet 8 likes
 

(Baca: Gagal Operasi Bedah Plastik agar Hidung Mancung, Wajah Wanita Ini Terancam Berlubang)

(Baca: Tak Lagi Muda, Ini Karier yang Akan Digeluti Cristiano Ronaldo Jika Pensiun dari Dunia Sepak Bola)

Diberitakan sebelumnya, Jokowi juga mendapatkan posisi tertinggi dalam elektabilitas presiden yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Dalam hal elektabiltas Presiden, Survei SMRC menunjukkan posisi Jokowi terus menguat. Survei Desember ini menunjukkan jumlah warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden berdasarkan pertanyaan semi terbuka (kepada responden ditampilkan daftar lebih dari 30 nama capres), mencapai 53 persen," ujar Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan, Selasa (2/1/2017).

Menurut Djayadi, angka tersebut merupakan kenaikan signfikan dibandingkan survei September 2017, dimana suara Jokowi baru mencapai 45,6 persen.

Di sisi lain, nama pesaing terdekat Jokowi hanyalah Prabowo yang hanya memperoleh 18,5 persen suara.

Djayadi menyebut angka yang diperoleh Prabowo tidak menunjukkan adanya perubahan dukungan dibandingkan hasil survei September 2017.

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help