Citizen Reporter

Wisata Islami ala Thailand Selatan

AKHIR pekan kali ini merupakan awal liburan kami pada semester pertama kami belajar di Thailand

Wisata Islami ala Thailand Selatan
NADIA ISNAINI FADLI

OLEH NADIA ISNAINI FADLI, Mahasiswi Internasional Program Master Bidang Cosmetic Science, Fakultas Pharmaceutical Science di Prince of Songkla University, melaporkan dari Songkla, Thailand

AKHIR pekan kali ini merupakan awal liburan kami pada semester pertama kami belajar di Thailand. Khlong Hae Floating Market (KHFM) merupakan destinasi pertama kami dalam trip kali ini. Dengan menggunakan tuk-tuk (transportasi umum khas Thailand) selama kurang lebih 30 menit dari Prince of Songkla University (PSU), akhirnya saya dan rombongan mahasiswa Indonesia lainnya tiba di tempat tujuan. Cuaca saat itu tak begitu mendukung, karena musim penghujan telah setia menemani Thailand semenenjak bulan November.

Meski demikian, semangat saya dan teman-teman sama sekali tidak surut untuk menjelajahi salah satu wisata islami ala Thailand Selatan ini. KHFM sebenarnya bukan satu-satunya floating market yang ada di Hatyai. Ada beberapa pasar terapung lainnya seperti Ban Pru yang lebih luas dan baru. Namun, KHFM menyediakan lebih banyak makanan halal. Seperti namanya, para penjual di sini menggunakan perahu sampan yang diparkir di pinggiran sungai.

Para pembeli cukup berdiri di pinggiran sungai saat bertransaksi. KHFM terdapat sekitar 50 perahu sampan yang menjajakan berbagai macam makanan dan hampir 2/3-nya adalah makanan halal. Tentu ini hal yang sangat menarik hati para pejuang makanan halal di negeri yang mayoritas agamanya adalah Budha ini. Terdapat banyak jenis makanan halal seperti tom yam, gaeng keow wan (Kari ayam hijau), gaeng som pak ruam (sup sayur Thailand), gang massaman (Karimassaman) dan lain-lain yang harganya sesuai dengan kantong mahasiswa seperti kami, berkisar 30-60 baht(12.000-24.000 rupiah).

Tak hanya makanan, ada juga beberapa gazebo yang nyaman untuk para pengunjung menikmati suasana sungai yang autentik. Salah satu kelebihan KHFM ini untuk para turis dari Indonesia adalah kebanyakan penjualnya berasal dari Malaysia yang bahasanya tak jauh beda dengan kita. Jadi, mudah saja berkomunikasi dalam proses jual beli, cukup menggunakan bahasa asli kita dan mereka akan mengerti dengan mudahnya. KHFM beroperasi hanya saat akhir pekan Jumat-Minggu pukul 15.00-21.00 waktu setempat.

Tak hanya makanan, floating market ini juga menyediakan mushala untuk muslim yang ingin menunaikan shalat dan jika saat magrib tiba, aka nada beberapa anak-anak pesantren yang tadarusan menunggu isya tiba. Sungguh khas suasana Aceh yang syahdu.

Di sini juga terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh khas Thailand dengan harga yang tidak beda jauh dengan toko souvenir. Ada banyak hal indah yang bisa kita dapatkan di negeri orang, maka merantaulah agar kamu tahu arti ‘rumah’. Semoga cerita wisata alami ala Thailand Selatan ini bisa menginspirasi warga Aceh untuk terus mengeksplor indahnya bumi Allah. See you soon in Thai.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help