Ormas Islam Minta Dewan Buat Qanun Larangan Mendirikan Patung, Ini Kata Anggota DPRK Agara

DPRK Agara siap membuat qanun tentang larangan mendirikan monumen patung baik berbentuk manusia maupun hewan, sempurna atau tidak sempurna.

Ormas Islam Minta Dewan Buat Qanun Larangan Mendirikan Patung, Ini Kata Anggota DPRK Agara
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Seratusan mahasiswa, ulama, dan tokoh masyarakat berdemo di Polres Agara, Selasa (2/1/2018). Mereka menolak berdirinya monumen patung keluarga di Desa Kampung Nangka, Kecamatan Lawe Bulan. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Pimpinan Pesantren Tarbiyah Auladil Muslimin Aceh Tenggara dan ormas Islam lainnya, meminta DPRK setempat segera membuat qanun larangan mendirikan patung manusia maupun hewan.

Ketua BKPRMI Agara, Sukarman, kepada Serambinews.com, Jumat (5/1/2018) mengatakan, dewan harus mengambil inisiatif membuat qanun tentang larangan mendirikan monumen patung manusia maupun hewan, baik sempurna maupun tidak lengkap.

"Jangan nanti gara-gara monumen patung muncul selisih paham diantara kita padahal kita semua bersaudara akibat perkawinan keanekaragaman suku," kata Sukarman.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Tenggara dari Partai Aceh, Ir Budimansyah, mengatakan, tidak boleh mendirikan patung apabila bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

DPRK Agara siap membuat qanun tentang larangan mendirikan monumen patung berbentuk manusia maupun hewan.

Ini untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Tanah Alas.

(Baca: Mahasiswa dan Masyarakat Demo ke Polres Aceh Tenggara, Mereka Menolak Monumen Patung Keluarga)

(Baca: Ini Tiga Opsi Terkait Patung di Aceh Tenggara belum Disepakati, Tunggu Bupati Pulang Dari Medan)

(Baca: Mahasiswa Kembali Demo Tolak Monumen Patung)

Seperti diberitakan sebelumnya, seratusan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Cabang Kutacane, Pemerintahan Mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL), Himpunan Ulama (HUDA) Aceh, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAISES, LDK, Alhuda STAISES, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan ormas Islam serta tokoh masyarakat, berunjuk rasa ke Polres Agara, Selasa (2/1/2018).

Mereka menolak berdirinya monumen patung keluarga di Desa Kampung Nangka, Kecamatan Lawe Bulan.

Massa memint apatung monumen di Kampung Nangka diturunkan karena tidak sesuai dengan qanun syariat Islam. Berdirinya patung itu telah mencoreng marwah syariat Islam dan dapat merusak kerukunan antarumat beragama, serta merusak kearifan lokal budaya budaya Aceh Tenggara.

Demontrans mengusung berbagai poster yang berisikan menolak pendirian patung, tidak meresmikan patung milik keluarga Palmer Situmorang, menurunkan patung secara baik-baik, Bupati dan DPRK Agara segera melahirkan qanun dan Perbup tentang pelarangan pendirian patung.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help