Badan Ketahanan Pangan Panen Sayuran Hidroponik

Badan Ketahanan Pangan Aceh melakukan panen sayuran yang ditanaman dengan gunakan sistem hidroponik

Badan Ketahanan Pangan Panen Sayuran Hidroponik
KABID Konsumsi Badan Ketahanan Pangan Aceh, Ir A Hana MP bersama pegawai sedang panen sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik, di depan kantor, Jumat (5/1).

BANDA ACEH - Badan Ketahanan Pangan Aceh melakukan panen sayuran yang ditanaman dengan gunakan sistem hidroponik, di halaman depan kantor badan tersebut, Jumat (5/1). Acara panen perdana tanaman sayuran hidroponik itu dihadiri Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes. Jenis sayuran yang dipanen adalah kangkung, selada, potcay, sawi, tomat, seledri, gambas, lada merah dan lainnya.

Asisten II Setda Aceh, dr Taqwallah MKes, dalam sambutannya mengatakan, penanaman sayuran dengan sistem hidroponik di depan Kantor Badan Ketahanan Pangan ini hendaknya dijadikan lokasi belajar kelompok tani sayuran, ibu-ibu PKK, mahasiswa dan kelompok masyarakat.

Tempat tanaman sayuran hidroponik ini, kata Taqwallah, perlu dijaga agar selalu bersih, peralatannya juga harus selalu baik. Dia juga mengimbau agar jenis tanaman yang dikembangkan terus ditambah. “Untuk membuat tempat penanaman sayuran hidroponik ini Pemerintah Aceh mengeluarkan dana Rp 199 juta. Karenanya harus dikelola dengan baik,” kata Taqwallah.

Ditambahkan, pengelolaan secara baik sistem hidroponik tersebut dimaksudkan untuk menarik pengunjung yang datang. Dengan begitu, pengunjung tertarik untuk mengembangkan sistem hidroponik di rumah atau kebunnya.

Sementara Kepala Badan Ketahanan Pangan Aceh, Ir Masnun, dan Kabid Konsumsi Badan Ketahanan Pangan, A Hanan SP MP, mengatakan, memproduksi sayuran dengan sistem hidroponik, sangat efektif, efisien serta ekonomis. Hanya saat menyiapkan tempat pertama yang dibutuhkan dana sedikit besar. Setelah itu kita tinggal memetik hasil panennya.

Masa panen sayuran, menurut A Hanan, tidak lama. Dalam waktu tiga minggu, tanaman kangkung, selada, sledri, dan lainnya sudah bisa dipanen dan dijual ke pasar. Rasa sayurnya juga lebih enak, makanya Badan Ketahanan membuat pilot project untuk menjadi percontohan bagi masyarakat.

Biaya menanam sayuran dengan sistem hidroponik ini, kata A Hanan, sangat ekonomis. Kita atur saja masa tanamnya, setiap minggu bisa di panen. Cara dan teknologi bertanamnya sangat sederhana dan setiap kelompok tani yang sudah melihat sistem kerjanya, pasti tertarik untuk melakukannya.

Sistem hidroponik, kata Masnun, sangat cocok dikembangkan untuk program ketahanan pangan bagi Ibu-Ibu PKK. Pengurus desa bisa menggunkan dana bantuan desa untuk membangun tempat lokasi penanamannya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved