Opini

Gramedia dan Semangat Literasi di Aceh

LAKSANA gayung bersambut, setelah beberapa bulan lalu, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendeklarasikan

Gramedia dan Semangat Literasi di Aceh
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Pengunjung melihat sejumlah buku yang tersedia di Toko Buku Gramedia Banda Aceh sesaat setelah diresmikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Rabu (20/12/2017). 

Oleh Herman RN

LAKSANA gayung bersambut, setelah beberapa bulan lalu, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendeklarasikan sebagai pusat literasi di Aceh, kini giliran penerbit dan toko buku terbesar di Indonesia hadir di ibu kota provinsi Aceh, yakni Gramedia. Kehadirannya disambut masyarakat Aceh laksana hujan sehari setelah musim kemarau setahun.

Sejak hari pertama dibuka, jalan Nasional di depan Gramedia selalu macet. Tentu saja ini menandakan antusias literasi masyarakat Aceh, terutama warga Banda Aceh dan Aceh Besar dapat dikatakan tergolong tinggi. Lantas, muncul pertanyaan, bagaimana nasib toko buku lain di Banda Aceh pascahadir Gramedia? Tutupkah?

Pertanyaan bernada khawatir itu masih berkisar di kedai kopi yang juga semakin menjamur di Banda Aceh. Ada beberapa pertanyaan lain sebenarnya lebih menarik, yakni apakah kehadiran Gramedia bisa menjadi penggerak semangat literasi di Aceh yang sekaligus mendorong program Aceh Carong Pemerintah Aceh dengan menerbitkan karya-karya penulis Aceh?

Tentu saja ini pertanyaan penting dan menarik, karena Gramedia bukan sekadar toko buku ternama, tetapi sekaligus penerbit yang punya banyak “anak”. Banyak grup Gramedia yang dikenal menerbitkan karya-karya penulis muda. Hal ini tentu sangat penting dalam mewujudkan semangat literasi bagi masyarakat Aceh, sebab selama ini banyak keluhan bahwa di Aceh kekurangan penerbit. Jikapun ada penerbit buku di Aceh, nasib mereka seperti kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.

Di sisi lain, banyak penulis di Aceh, terutama penulis pemula, mengeluhkan penerbitan karya mereka. Beberapa orang menganggap bahwa penerbit di Aceh masih sangat komersil terhadap penulis. Setiap pemilik karya bukannya mendapatkan royalti dari penerbit, malah diminta turut membayar ongkos penerbitan. Hal ini sudah rahasia umum, terutama di Banda Aceh. Oleh karena itu, banyak buku yang diterbitkan oleh penulis-penulis Aceh umumnya sangat terbatas, tergantung berapa ia miliki dana untuk menerbitkan bukunya.

Seperti angin segar
Hadirnya Gramedia di Banda Aceh seperti angin segar. Namun, saya tidak berani berspekulasi bahwa Gramedia akan mau menerbitkan karya-karta orang Aceh. Apalagi, sudah rahasia umum pula bahwa tidak mudah menerbitkan buku melalui Gramedia.

Namun demikian, saat berkunjung ke Gramedia di hari peluncuran toko buku itu beberapa waktu lalu, ada penulis muda mengaku mau memberikan karyanya ke Gramedia. “Tidak salah mencoba. Silakan saja,” begitu respons saya ketika ditanyai pendapat. Akan tetapi, saya sudah menduga bahwa akan ada sejumlah alasan --misal manajer bagian penerbitan belum ada di tempat-- yang akan didapatkan oleh para penulis muda tadi.

Kehadiran sebuah penerbit mestinya memang menjadi dukungan penuh dalam gerakan literasi. Gerakan literasi nasional sudah digaungkan sejak dua tahun terakhir hingga ada program Gerakan Literasi Sekolah yang dipelopori Satria Darma. Namun, gerakan literasi di daerah tentu masih sangat butuh dukungan banyak pihak, termasuk penerbit dan toko buku. Oleh karenanya, Gramedia diharapkan hadir bukan sebagai “buldozer” bagi penerbit dan toko buku kecil di Banda Aceh, melainkan dapat menjadi mitra.

Ada beberapa program gerakan literasi yang bisa dilakukan oleh Gramedia, karena selama ini belum dilakukan oleh penerbit maupun toko buku di Banda Aceh. Pertama, semangat menerbitkan karya para penulis tanpa memandang kemasyhuran nama. Setiap orang diberikan kesempatan menerbitkan karyanya tanpa diminta ikut menyumbangkan dana. Hal ini bisa memberikan semangat literasi tulis bagi setiap orang (penjabaran tentang ini masih panjang, akan saya ulas di lain waktu).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help