SerambiIndonesia/

Polemik Kepemilikan jangan Ganggu PBM

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh meminta seluruh komponen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5

Polemik Kepemilikan jangan Ganggu PBM
ZAINAL ARIFIN, Wakil Wali Kota Banda Aceh

* Terkait Status Aset SMK 5

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh meminta seluruh komponen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Telkom Banda Aceh, tetap menjalankan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah itu. Status kepemilikan aset sekolah yang masih menjadi polemik saat ini jangan sampai mengganggu siswa dalam menuntut ilmu.

Harapan itu disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs H Zainal Arifin, dalam rilis yang diterima Serambi, kemarin. Saat mengikuti rapat bersama Komisi V DPRA, Kamis (4/1), Zainal mengatakan bahwa persoalan aset tidak begitu penting dibanding proses belajar mengajar yang ada di lembaga pendidikan itu. “Yang jauh lebih penting adalah proses belajar mengajar tidak boleh terganggu, dan harus terus berjalan di SMK 5,” ujar Zainal.

Terkait persoalan yang dirasakan mengganggu kenyamanan PBM di SMK, wakil wali kota itu mengatakan pihaknya akan mencari solusi. Menurut Zainal, perdebatan antara Pemerintah Provinsi dan Pemko terkait aset sekolah itu membutuhkan kajian yang lebih mendalam. Sebab kewenangan pengelolaan SMK dan SMA memiliki sejarah panjang, yang sering berubah karena kebijakan Pemerintah Pusat.

Adapun rapat yang digelar di ruang Banmus DPRA, Kamis lalu, dipimpin Ketua Komisi V DPRA, M Al-Fatah dan dihadiri anggota Komisi V. Hadir pula Kadis Pendidikan Provinsi Aceh, Laisani MSi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Syaridin MPd, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK), Purnama Karya MM dan pihak terkait lainnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu sejumlah siswa dan guru SMK 5 Banda Aceh menggelar aksi yang meminta Dispora Kota yang berkantor di lokasi SMK 5 dapat segera dipindahkan. Menurut massa, hadirnya Dispora di lokasi itu membuat proses belajar mengajar terganggu.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 5 Telkom, M Husen, saat dikonfirmasi Serambi, kemarin, mengatakan bahwa PBM di sekolah kejuruan tersebut saat ini tetap berjalan dengan segala kekurangan. Fasilitas yang ada saat ini menurutnya butuh perbaikan dan peningkatan.

“Maklum sekolah ini memakai gedung lama yang terdampak tsunami. Selain itu masih ada instansi yang berkantor di lingkungan sekolah,” jelasnya. Kesemua hal itu, lanjut Husen, dapat mengganggu kenyamanan siswa dan guru dalam beraktivitas di lingkungan sekolah tersebut.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help