SerambiIndonesia/

Arus Penyeberangan Boat Getek Padat

Arus penyeberangan kendaraan roda dua dan roda empat dengan menggunakan boat getek di Krueng Tingkeum

Arus Penyeberangan Boat Getek Padat
SEJUMLAH pengendara roda dua menunggu untuk naik boat getek guna melakukan penyeberangan dari Peusangan ke Kutablang dan sebaliknya 

BIREUEN - Arus penyeberangan kendaraan roda dua dan roda empat dengan menggunakan boat getek di Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Bireuen, kemarin, cukup padat. Namun begitu, pelayanan jasa penyeberangan itu tetap berjalan cepat dan lancar.

Mahdi, sopir mobil penumpang umum (mopen) L-300 jurusan Bireuen–Langsa dan beberapa pengemudi kenderaan pribadi kepada Serambi, Sabtu (6/1), mengatakan, untuk mengatasi kemacetan arus lalu lintas melalui jalur jalan alternatif sebelah utara dan selatan, mereka lebih memilih menggunakan jasa boat getek. Meskipun harus membayar ongkos penyeberangan getek Rp 30.000, mereka rela karena pelayanan jasa penyeberangannya sangat cepat.

“Ketimbang harus melalui jalur alternatif yang harus ditempuh dalam waktu satu jam, lebih baik menggunakan jasa penyeberangan getek agar lebih cepat sampai ke tujuan,” ujar Mahdi.

Beberapa pekerja di boat getek mengatakan, mereka setiap hari mampu menyeberangkan ratusan sepmor dan mobil. Dari belasan boat getek, hampir semua getek tidak sepi dari penumpang. “Alhamdulillah, rezeki yang kami peroleh pun sangat lumayan,” kata Ardi, pekerja boat getek.

Dikatakannya, meskipun jasa penyeberangan boat getek itu hanya tersisa beberapa hari lagi karena jembatan Krueng Tingkeum di lintas nasional Medan-Banda Aceh hampir rampung, namun pihaknya tetap tidak menaikkan ongkos atau biaya jasa penyeberangan sepmor maupun mobil.

Pantauan Serambi, kemarin, pengguna jasa penyeberangan getek di Krueng Tingkeum masih sangat padat karena jalur alternatif utara dan selatan kembali rusak. Hampir semua jenis kenderaan roda dua dan roda empat menggunakan jasa penyeberangan tersebut. Soalnya, jika tidak naik getek pengendara harus melintasi jalan rusak sejauh delapan kilometer dengan waktu tempuh mencapai satu jam. Sedangkan, bila menggunakan jasa getek hanya butuh waktu 5 menit. Selain itu, arus lalu lintas di jalur alternatif utara dan selatan juga sering macet, karena dilintasi truk berbadan besar dan bus antarkota maupun antarprovinsi.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help