Bandar Narkoba yang Serang Polisi Ditembak Mati, Ditemukan Tiga Paket Sabu Seberat 1,67 Gram

Dia terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

Bandar Narkoba yang Serang Polisi Ditembak Mati, Ditemukan Tiga Paket Sabu Seberat 1,67 Gram
Polisi saat merilis kasus bandar narkoba yang ditembak mati di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (7/1/2018).(Kompas.com/Akhdi Martin Pratama) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Polisi menembak mati Ahmad Sopian (33), bandar narkoba yang sempat menyerang Brigadir Rizal.

Dia terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

"Kami tangkap di Tangerang kurang dari 24 jam sesuai janji saya," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (7/1/2018).

Hengky menambahkan, Ahmad melawan saat dibawa penyidik ke lokasi dia menyerang Brigadir Rizal di Penjaringan, Jakarta Utara.

Dia meninggal dunia setelah ditembak di bagian dadanya.

"Yang bersangkutan melawan petugas sehingga kami berikan tindakan tegas," kata Hengky.

(Baca: Pria Bireuen di Malaysia Nekat Masukkan Kabel Listrik ke Alat Vital, tak Ada Uang Obati Batu Karang)

(Baca: Teriakan Prabowo Presiden Menggema di Sumut, Prabowo: Gampang Itu, Kita Menangkan Dulu Gubernur)

Dari tangan Ahmad, polisi menyita balok yang digunakan untuk memukul Brigadir Rizal, tiga paket sabu seberat 1,67 gram, alat hisap sabu dan sebilah pisau.

Brigadir Rizal Taufik, anggota Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat diserang saat hendak menangkap Ahmad di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (5/1/2018).

Akibat penyerangan tersebut, Rizal dikabarkan mengalami retak di kepala, serta pendarahan di otak.

Saat itu Brigadir Rizal tengah beroperasi dengan melakukan teknik undercover buy guna memancing penjual narkoba.

Lokasi transaksi berada di pinggir rel kereta api Kampung Janis, Penjaringan. (Akhdi Martin Pratama)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Bandar Narkoba yang Serang Polisi di Penjaringan Ditembak Mati

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help