Kontroversi 'Minum Kencing Unta' Bachtiar Nasir jadi Perdebatan Politik

Media sosial, yang meniadakan sekat-sekat hierarki, menurut Noorhaidi, juga memudahkan orang untuk berdebat langsung secara lugas.

Kontroversi 'Minum Kencing Unta' Bachtiar Nasir jadi Perdebatan Politik
Instagram/@BachtiarNasir
Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir memperagakan minum air seni unta campur susu di akun Instagram-nya. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir minum air kencing unta dicampur dengan susu unta menjadi viral dan bahkan menjadi sumber perdebatan politik baru.

Video itu pertama dibagikan di akun Instagram @BachtiarNasir yang kemudian sudah ditonton lebih dari 190.000 kali dan mendapat 1.000 lebih komentar.

Dalam unggahannya, Bachtiar mengutip beberapa hadis yang menyebut fungsi air seni dan susu unta yang memiliki khasiat kesehatan tersendiri. "Rasanya, agak-agak, pahit-pahit sedikit," kata Bachtiar dalam video tersebut.

Bachtiar menyebut lagi bahwa menurut penelitian -yang tak disebutkan sumbernya- kencing unta "bisa menyembuhkan penyakit sel-sel kanker di dalam tubuh manusia".

Video tersebut kemudian disebarkan lagi di Twitter, dan menjadi viral. Menurut Spredfast, penggunaan 'kencing onta' naik 93.325% dan digunakan dalam lebih dari 11.000 cuitan sejak Jumat (05/01) sampai Minggu (07/01) sore, sementara 'kencing unta' juga naik 36.073% dan dicuitkan lebih dari 8.000 kali pada kurun waktu yang sama.

Sebagian warganet pun kemudian berdebat soal benar atau tidaknya khasiat kesehatan yang terkandung dalam air seni unta tersebut.

Namun kemudian ada juga yang berdebat soal sahih atau tidaknya hadis yang digunakan untuk menentukan apakah air seni unta termasuk dalam kategori najis.

Bukan hanya warganet saja yang urun bicara soal air seni unta, politikus PDI-P Budiman Sudjatmiko dan politikus Fahri Hamzah pun ikut mencuitkan soal itu.

Namun, perdebatan soal khasiat dan hadis soal air seni unta kemudian malah meluas jadi perdebatan politik sendiri.

Pada 2015 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan peringatan untuk melarang minum air seni unta dalam upayanya membatasi penyebaran penyakit sindroma pernapasan Timur Tengah atau Mers.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help