Sebelum Hits dan Mendunia, Begini Sejarah Perkembangan Bulu Mata Palsu

Seorang penulis bernama Pliny the Elder menyatakan bahwa dalam tradisi Romawi Kuno, bulu mata seorang wanita dikaitkan dengan kesuciannya.

Sebelum Hits dan Mendunia, Begini Sejarah Perkembangan Bulu Mata Palsu
getty images
Ekstensi bulu mata kini 'booming' di kota-kota besar di Indonesia. 

SERAMBINEWS.COM - Wanita zaman now tidak lengkap jika menghadiri acara penting tanpa memakai bulu mata palsu.

Rasanya, maskara saja masih kurang oke untuk menunjang penampilan mereka.

Namun, tahukah Anda bahwa bulu mata palsu memiliki sejarah yang sedikit unik dan bahkan mengerikan?

Dilansir dari Insider, inilah sejarah bulu mata palsu sebelum mendunia dan menjadi hits seperti saat ini.

1. Tradisi bulu mata palsu Romawi Kuno

Seorang penulis bernama Pliny the Elder menyatakan bahwa dalam tradisi Romawi Kuno, bulu mata seorang wanita dikaitkan dengan kesuciannya.

Baca: 5 Manfaat ASI yang Tak Terduga, Bahkan Ada yang Pakai untuk Kecantikan

Wanita Romawi Kuno saat itu benar-benar dilarang untuk melakukan zina atau hubungan seks sebelum menikah.

Mereka percaya bahwa panjang dan tebal bulu mata dipengaruhi oleh aktifitas seksual yang dilakukan wanita.

Bulu mata yang tebal dan panjang menunjukkan bahwa wanita tersebut masih perawan, sementara wanita yang telah melakukan hubungan seks akan memiliki bulu mata lebih tipis dan pendek.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help