Tafakur

Agen Perubahan

Menjadi Muslim adalah menjadi agen perubahan. Para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW, juga diutus untuk melakukan

Agen Perubahan

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Menjadi Muslim adalah menjadi agen perubahan. Para nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW, juga diutus untuk melakukan perubahan di dunia ini.

Pertama, Nabi Muhammad diutus untuk melakukan perubahan terhadap umat manusia di dunia ini. Dimulai di Makkah, tetapi mendapat penolakan dahsyat dari masyarakat di sana saat itu, kemudian beliau melakukan perubahan strategi untuk melakukan perubahan yang lebih besar.

Kedua, hijrah yang dilakukan Rasulullah bersama orang-orang beriman juga merupakan strategi untuk perubahan. Dalam hijrah dari Makkah ke Madinah, misalnya, Rasulullah SAW mengajak untuk mengubah strategi penyiaran Islam dengan membangun kekuatan terlebih dahulu di Madinah, kemudian baru melakukan ekspansi ke Makkah.

Terbukti strategi Nabi SAW sangat ampuh. Tujuan besarnya tercapai. Penghalang tak menghentikan upayanya melakukan perubahan. Penghalang dianggap sebagai pertanda perlunya mengubah strategi perubahan.

Kita sebagai pengikutnya perlu belajar dan menerapkan strategi Rasulullah dalam melakukan perubahan. Termasuk melakukan perubahan dalam masyarakat sendiri, yang selama ini sudah diterjang berbagai kemungkaran. Termasuk di antaranya peredaran Narkoba yang sangat menghancurkan umat dari segala dimensi, terutama dimensi akhlak. Apalagi telah jelas sekali diperintahkan melakukan perubahan. Sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits bahwa apabila melihat suatu kemungkaran, maka wajib mengubahnya, baik dengan tangan, lisan, maupun dengan hati.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help