Kuasa Hukum RS Royal Taruma Nyatakan tidak Ada Istilah Malapraktik

"Saya belum mau menanggapi materi gugatan sekarang, karena persidangan masih tahap awal yakni pemeriksa administrasi.

Kuasa Hukum RS Royal Taruma Nyatakan tidak Ada Istilah Malapraktik
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Muhammad Basyir SH MH, pria asal Aceh yang berprofesi sebagai pengacara di Jakarta. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta, Liston R Sibarani, menyatakan akan menguraikan secara detil jawaban terhadap gugatan yang diajukan Muhammad Basyir, SH, MH yang mengaku dirugikan oleh pelayanan rumah sakit tersebut.

"Saya belum mau menanggapi materi gugatan sekarang, karena persidangan masih tahap awal yakni pemeriksa administrasi. Kalau saya tanggapi sekarang akan prematur," kata Liston R Sibarani yang dihubungi di Jakarta, Rabu (10/1/2018) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Basyir SH MH, pria asal Aceh yang juga berprofesi sebagai pengacara di Jakarta, menggugat Rumah Sakit Royal Taruma karena merasa telah menjadi korban malpraktek rumah sakit tersebut.

(Baca: Tubuh Melepuh Usai Berobat, Pengacara asal Aceh di Jakarta Gugat Rumah Sakit Rp 10 Miliar Lebih)

Sidang perdana gugatan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (10/1/2018) dengan nomor perkara 820/Pdt/G/2017/PN.Jkt.Brt.

Kuasa hukum Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta, Liston R Sibarani menyatakan, tidak ada yang namanya istilah malpraktek.

"Yang pertama, istilah malpraktek itu tidak ada disebut dalam gugatan. Yang kedua, siapa sih yang melakukannya?" tanya Liston.

Sebagai kuasa hukum Rumah Sakit Royal Taruma, Liston mengatakan tentu punya strategi mematahkan gugatan itu.

"Tapi kan nanti. Apabila sudah memasuki materi gugatan, kita akan jawab secara detil untuk mematahkan gugatan," tukasnya. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help