Ulang Tahun Ke-76, Fisikawan Dunia Stephen Hawking Bisa Bertahan Hidup Lama dengan ALS

Pada 1963, lebih tepatnya saat Hawking berusia 21 tahun, dia didiagnosis penyakit ini dan dinyatakan hidupnya hanya tinggal 2 tahun.

Ulang Tahun Ke-76, Fisikawan Dunia Stephen Hawking Bisa Bertahan Hidup Lama dengan ALS
(GMIConference/Youtube)
Stephen Hawking dalam video wawancara GMIC 2017 

SERAMBINEWS.COM - 8 Januari 2018 kemarin, fisikawan Stephen Hawking genap berusia 76 tahun. Ini menjadi sebuah keajaiban karena Hawking telah didiagnosis menderita penyakit neurologis amyotrophic lateral sclerosis (ALS) lebih dari 50 ahun lalu.

Pada 1963, lebih tepatnya saat Hawking berusia 21 tahun, dia didiagnosis penyakit ini dan dinyatakan hidupnya hanya tinggal 2 tahun.

ALS sendiri memiliki gejala awal seperti kram, otot tegang, serta kesulitan mengunyah dan menelan. Lama-kelamaan, orang dengan ALS juga kehilangan kemampuan bernapas dan menelan.

Kebanyakan orang akan meninggal dua sampai lima tahun ke depan setelah terdiagnosis, penyebabnya paling banyak karena gangguan pernapasan.

Melihat hal ini tentu menjadi pertanyaan, bagaimana bisa Hawking bertahan selama 50 tahun dengan penyakit tersebut.

Baca: Stephen Hawking Sebut Kecerdasan Buatan Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Sebenarnya, tidak ada yang tahu pasti mengapa Hawking bertahan begitu lama dengan penyakit saraf tersebut. Tapi yang diketahui para peneliti adalah penyakit ini memang memiliki perkembangan bervariasi tergantung penderitanya.

Menurut Asosiasi ALS, meski rata-rata harapan hidup setelah diagnosis ALS hanya 3 tahun, sekitar 20 persen penderita berhasil bertahan 5 tahun, 10 persen bertahan 10 tahum, dan 5 persen dapat hidup lebih dari 20 tahun.

Salah satu faktor yang mungkin berperan dalam kelangsungan hidup pasien adalah genetika. Ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 20 gen berbeda yang terlibat dalam ALS, ungkap Dr Anthony Geraci, direktur Neuromuscular Center di Northwell Health's Neuroscience Institute, New York.

"ALS mungkin 20 atau lebih penyakit berbeda saat kita mempertimbangkan dasar genetik," kata Geraci, yang tidak terlibat dalam pengobatan Hawking dikutip dari Live Science, Senin (08/01/2018).

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help