SerambiIndonesia/

Tafakur

Memilih Jalan Hidup

Barangsiapa merampas hak orang muslim dengan hasil sumpahnya, Allah haramkan baginya masuk surga serta wajibkannya

Memilih Jalan Hidup

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa merampas hak orang muslim dengan hasil sumpahnya, Allah haramkan baginya masuk surga serta wajibkannya masuk neraka. Beberapa sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, walau barang itu sedikit? ” Nabi menjawab, ” Walau cuma sebatang kayu araak (kayu untuk gosok gigi)” (HR. Muslim).

Jalan hidup yang kita tempuh setiap hari dan sudah berlangsung bertahun-tahun, bukan seluruhnya dipilih dengan penuh kesadaran. Sebahagiannya mengikuti kebiasaan di suatu tempat, teman, keluarga, dan lain-lain. Walau sudah berlangsung lama, tak semua insan mau mencoba memahami hidupnya, apakah sudah seperti diharapkan atau tidak.

Jika mau memahami hidup masing-masing, setiap orang akan berusaha membetulkan jalan hidup sendiri agar sesuai dengan yang diinginkan. Jika selama ini hidup di jalan yang penuh dengan riba dan menganiaya orang lain, maka akan segera berusaha sekuat tenaga untuk membetulkannnya agar hidup senantiasa memperoleh rezeki yang berkah dan diridhai Allah.

Apalagi hidup tak lama, yang bila tidak diperbaiki sendiri akan tak pernah terperbaiki hingga maut menjemput. Lalu saat maut datang, orang-orang akan beramai-ramai mengirimkan karangan bunga dan ucapan belasungkawa di berbagai media, apa artinya semua itu bila dosa-dosa kita sewaktu hidup belum dimaafkan oleh orang-orang yang pernah terzalimi?

Jangankan kita orang biasa, orang-orang yang syahid di jalan Allah saja tidak diampuni dosanya, sebelum dosa itu dimaafkan oleh yang pernah terzalimi. Jangankan banyak, satu kayu siwak saja diambil dari hak milik seseorang tanpa izin masih menjadi ganjalan saat kita mati. Karena itu, membetulkan jalan hidup agar tak menganiaya orang sangatlah penting

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help