Pelayanan Puskesmas Tangse Mengecewakan

Seorang pasien di Puskesmas Tangse bernama Kafrawi (65) meninggal dunia saat dirujuk ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli

Pelayanan Puskesmas Tangse Mengecewakan
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ambulan membawa penumpang KMP Labuhan Haji tujuan Simeulue, yang sakit ke Puskesmas Singkil, Aceh Singkil. 

* Pasien Meninggal Saat Dirujuk

SIGLI - Seorang pasien di Puskesmas Tangse bernama Kafrawi (65) meninggal dunia saat dirujuk ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie, Rabu (3/1) malam, menyisakan kekecewaan pihak keluarga atas tidak maksimalnya pelayanan di unit kesehatan tersebut.

Pihak keluarga Kafrawi yang meninggal karena penyakit paru, mempersoalkan tidak adanya petugas medis yang mendampingi pasien saat dirujuk ke RS pada malam itu. “Kami sangat kecewa dengan pelayanan pihak Puskesmas Tangse, karena tidak adanya petugas medis yang mendampingi pasien saat dibawa ke RS. Kami menduga orang tua kami meninggal karena pemasangan oksigen tidak maksimal saat berada di ambulans,” kata Fuazi (45) anak almarhum Kafrawi, warga Gampong Pulo Masjid Dua, kemarin.

Fuazi (45) menceritakan, orang tuanya bernama Kafrawi yang menderita sakit paru, dibawa berobat ke Puskesmas Tangse, pada Rabu (3/1) tengah malam. Setelah satu jam dirawat, dokter piket di Puskesmas itu kemudian mengeluarkan surat rujuk ke RSU Tgk Chik Di Tiro, Sigli. Namun saat dirujuk dari Puskesmas, orang tuanya tidak didampingi petugas medis.

“Saya telah minta agar disertakan petugas untuk mendampingi orang tua saya selama perjalanan ke RSU Sigli. Tapi, pihak Puskesmas mengatakan tidak ada petugas medis yang bisa mendampingi karena minimnya petugas piket di Puskesmas,” kata Fuazi.

Akhirnya, ia membawa orang tuanya menggunakan ambulans Puskesmas ke RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, meski tanpa didampingi petugas medis. Namun, dalam perjalanan atau sekitar 400 meter dari Puskesmas, orang tuanya pun meninggal.

Menurut Fuazi, saat masih berada di Puskesmas, orang tuanya masih dalam kondisi masih sadar. Bahkan, ketika dipasangi oksigen di dalam ambulans, orang tuanya masih mampu berkomunikasi dengan baik. “Tapi, dalam perjalanan, orang tua meninggal. Saya tidak mengetahui penyebabnya, sebab tidak ada tenaga medis yang mendampingi. Kalau ada tenaga medis, kami mungkin bisa bertanya tentang kondisi pasien,” kata Fuazi.

Peristiwa ini, menjadi puncak kekecewaan Fuazi atas pelayanan di Puskesmas itu. Karena menurutnya, selama ini warga lainnya juga mengeluh banyaknya petugas medis di Puskesmas itu yang malas bekerja.

“Selama ini, petugas medis yang berstatus PNS, malas menjalani piket di Puskesmas. Mereka lebih memilih membayar tenaga bakti untuk menggantikan jadwal piket mereka,” kata Fuazi.

Tak hanya itu, menurutnya, Puskesmas Tangse juga tidak terurus, baik dalam hal administrasi, juga kesehatan lingkungan dan peralatan medis yang digunakan. “Sehingga perlu ada evaluasi, agar tidak terjadi insiden yang sama menimpa warga lainnya,” harap Fuazi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved