Pendatang Wajib Ubah KTP

Warga pendatang dari provinsi lain maupun kabupaten/kota di Aceh bila menetap lebih dari 60 hari di Banda Aceh

Pendatang Wajib Ubah KTP
Ilustrasi 

* Bila Menetap Lebih 60 Hari

BANDA ACEH - Warga pendatang dari provinsi lain maupun kabupaten/kota di Aceh bila menetap lebih dari 60 hari di Banda Aceh, wajib mengubah Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai alamat domisili saat ini. Kebijakan itu dilakukan agar identitas pendatang tersebut terdata di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Hal itu disampaikan Kadisdukcapil Banda Aceh, Syahrullah menjawab Serambi, Rabu (10/1) terkait identitas tiga korban pembunuhan di Gampong Mulia, Banda Aceh yang masih tercatat sebagai warga Tanjung Pura, meski sudah menetap di Banda Aceh selama tiga tahun.

“Bukan warga kita (Banda Aceh-red), tapi ketiga korban pembunuhan itu adalah warga Tanjung Pura. Bagi pendatang yang sudah menetap di Banda Aceh, kami mohon segera mengurus Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKP WNI)-nya,” katanya.

Bila sudah ada SKP WNI, menurut Syahrullah, pihaknya langsung membuatkan dokumen baru dengan mengganti identitas di KTP warga tersebut menjadi alamat dimana ia berdomisili sekarang.

“Elemen di KTP seperti alamat, kecamatan, kabupaten/kota, kita ganti semua menjadi tempat dimana ia berdomisili saat ini di Banda Aceh. Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka warga tersebut masih dianggap tamu,” tambahnya.

Kadisdukcapil, Banda Aceh, Syahrullah juga mengatakan, proses pergantian dokumen kependudukan tersebut tak membutuhkan waktu lama. Sebab, menurutnya, sesuai proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Sebelum mengganti KTP, kita mengimbau warga mengambil surat pindah dari Disdukcapil daerah asal. Tujuannya, agar data-data warga bersangkutan dapat dimasukkan ke daerah yang dituju sebagai tempat domisili saat ini,” demikian Syahrullah.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help