Pintu Rime Gayo Bakal Jadi Taman Gajah

Camat Pintu Rime Gayo, Iwan Pasha SSTP, menyebutkan diwilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabuaten Bener Meriah

Pintu Rime Gayo Bakal Jadi Taman Gajah
IST
Seekor gajah liar yang terpisah dari kelompoknya mengobrak-abrik tanaman milik warga di Keumala, Rabu (6/12/2017). 

REDELONG - Camat Pintu Rime Gayo, Iwan Pasha SSTP, menyebutkan diwilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabuaten Bener Meriah, direncanakan akan dibuat semacam taman wilayah konservasi, untuk melindungi gajah dan dijadikan lokasi wisata alam.

“Ada beberapa reje (keuchik) dari Kecamatan Pintu Rime Gayo, sebulan yang lalu berangkat ke Thailand tepatnya di Elephant Nature Park Chiang Mai yang difasilitasi oleh WWF, kunjungan tersebut untuk melihat bagaimana cara menangani gajah, agar tidak terjadi lagi konflik dengan manusia,” kata Iwan Pasha Rabu (10/1).

Alhasil dari kunjungan tersebut, kata Iwan, pemilik Elephant Nature Park (ENF) Chiang Mai, Lek, membalas kunjungan tersebut ke Pintu Rime Gayo, Selasa (9/1/2017) untuk memberikan pemahaman terkait bagaimana mencari solusi agar hewan yang dilindungi negara itu, bisa hidup berdampingan, dengan cara menjadikan wilayah tersebut sebagai lokasi konservasi untuk menarik perhatian para wisatawan agar melihat gajah.

“Dia bercerita ENF Chiang Mai, telah menyelamatkan gajah dibeberapa negara seperti Srilangka dan Myanmar. Awalnya diwilayah tersebut kerap terjadi konflik antara gajah dengan manusia. Namun, pihaknya berhasil melakukan perubahan untuk dijadikan wilayah konservasi. Hal ini juga kita harapkan kedepannya di Pintu Rime Gayo juga dilakukan, melalui kerjasama dengan mereka,” pungkasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pendiri elephan Nature Park Chiang Mai, Lek, saat berada di Kabupaten Bener Meriah sempat melakukan penanaman pakan gajah seluas 2 hektare yang berada di Berawan Beye, Kampung Arul Gading. Dimana wilayah tersebut dikalim sebagai lokasi gajah sering berada, sebelum memasuki pemukiman warga Pintu Rime Gayo. “Tujuan penanaman pakan tersebut, agar kawanan gajah tidak memasuki lokasi pemukiman warga,” jelasnya.

Disebutkan, untuk mengarah menuju taman alam gajah, pihak ENF menganjurkan agar lintasan gajah ditanami pakan seperti pisang, untuk itu pihak ENF untuk langkah awal memberikan bantuan sebesar 2000 dollar Amerika kepada masyarakat, sebagai langkah keseriusan menangani masalah gajah dengan menanam pakan gajah disepanjang lintasan gajah.

“Kita berharap ini sebagai langkah awal, agar konflik dengan gajah bisa diatasi. Selain itu, jika pihak ENF Chiang Mai bersedia bekerjasama, tentu akan menjadi objek wisata yang menjanjikan bagi masyarakat, sebab akan menarik perhatian turis, untuk melihat gajah secara dekat,” pungkasnya. (c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved