Bangun Superkomputer Tercepat Dunia untuk Penelitian, Uni Eropa Anggarkan Rp 16 Triliun

Ansip menuturkan dari daftar 10 komputer super dunia, tidak ada satu pun yang berasal dari Eropa.

Bangun Superkomputer Tercepat Dunia untuk Penelitian,  Uni Eropa Anggarkan Rp 16 Triliun
Superkomputer Sunway TaihuLight milik China yang terpasang di National Supercomputing Center, kota Wuxi (Jack Dongarra/ Top500) 

Predikat superkomputer tercepat dunia dimiliki Sunway TaihuLight di China, dan mempunyai 10 juta inti. Sebagai perbandingan, komputer reguler hanya memiliki 2-8 inti.

(Baca: Kaum Hawa Diizinkan Mengemudi Sendiri, Showroom Mobil Pertama Khusus Perempuan Dibuka di Arab Saudi)

(Baca: Ketua PPP Sumut Dicopot Karena Tolak Usung Djarot-Sihar, Begini Tanggapannya)

The Independent mewartakan, dua teratas komputer tercanggih berada di China, satu di Swiss, tiga di Jepang, dan empat di Amerika Serikat.

Eropa memang mempunyai komputer tercanggih, CINECA, yang berada di Italia.

Namun, piranti tersebut berada di peringkat 15 dalam Daftar 500 Mesin Tercanggih, seperti dilaporkan The Independent.

"Saat ini, superkomputer adalah motor utama ekonomi digital. Bisa dikatakan, UE tertinggal cukup jauh," beber Ansip.

(Baca: Sepanjang 2017, 20 Jurnalis Terbunuh dalam Sejumlah Aksi Kekerasan ISIS di Afghanistan)

(Baca: Tentara Israel Tembak dan Bunuh Dua Remaja Palestina, Tiga Orang Lainnya Luka dan Kritis)

Komisaris Ekonomi dan Masyarakat Digital UE, Mariya Gabriel menambahkan, adanya komputer super bakal mempermudah kinerja UE di masa mendatang.

"Mereka bisa membantu kita untuk mengembangkan obat-obatan massal, menghemat energi, hingga secara efisien membantu masalah perubahan iklim," kata Gabriel.

Proyek tersebut dilaporkan bakal dimulai pada 2020 mendatang. (The Independent)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help