Cerita Dibalik Kasus Hipnotis Rp 350 Juta, Ternyata Batu Merah Delima Membawa Petaka

Setelah berhasil memperdaya korban, pelaku yang diduga berjumlah tiga orang membawa kabur uang Rp 350 juta milik korban.

Cerita Dibalik Kasus Hipnotis Rp 350 Juta, Ternyata Batu Merah Delima Membawa Petaka
Capture CCTV
Cuplikan rekaman video CCTV saat pelaku membantu korban menarik uang di teller bank 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pelaku hipnotis yang melakukan aksi penipuan terhadap seorang warga Kampung Tetunyung, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa (9/1/2018) lalu, menyaru sebagai penjual batu merah delima.

Setelah berhasil memperdaya korban, pelaku yang diduga berjumlah tiga orang membawa kabur uang Rp 350 juta milik korban.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, melalui Kasat Reskrim, AKP Fadillah Aditya kepada Serambinews.com, Jumat (12/1/2018) membenarkan adanya laporan terkait dengan kasus raibnya uang milik Damai.

Namun untuk sementara kejadian tersebut merupakan aksi penipuan dan pencurian.

(Baca: VIDEO CCTV – Terduga Pelaku Hipnotis Ikut Bantu Korban Tarik Uang Rp 350 Juta di Bank di Takengon)

“Kita belum berani menyimpulkan, apakah kasus ini, terkait hipnotis atau tidak. Yang jelas, ini merupakan kasus penipuan dan pencurian,” kata Fadillah Aditya.

Disebutkan, kronologi kejadian tersebut berawal ketika korban dibujuk untuk membeli batu merah delima oleh pelaku dengan iming-iming bisa dijual dua kali lipat.

Korban menuruti permintaan pelaku dan menyerahkan uang kepada pelaku.

“Setelah memberikan uang, korban bersama pelaku pergi ke kawasan Mongal. Dan ketika korban sedang shalat, pelaku kabur dengan membawa uang milik korban, sekitar 300 juta lebih,” jelas Fadillah.

(Baca: Warga Takengon Diduga Dihipnotis, Uang Rp 350 Juta Raib, Pelaku Ikut Bantu Cairkan Uang di Bank)

Untuk mengungkap kasus tersebut, lanjut Fadillah Aditya, pihaknya tengah memburu para pelaku.

Namun diperkirakan pelaku tersebut, berasal dari daerah lain karena tidak ada yang mengenal para pelaku.

“Sampai hari ini, kita masih melacak keberadaan pelaku ini,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah ini, sembari mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati terhadap penipuan seperti ini. (*) 

Penulis: Mahyadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help