Ekuador Naturalisasi Julian Assange

Sebelum memproses pengajuan proses naturalisasi, Assange terlebih dahulu mengajukan suaka politik ke pihak Ekuador.

Ekuador Naturalisasi Julian Assange
(BBC)
Kejaksaan Swedia menyatakan siap memeriksa pendiri Wikileaks, Julian Assange, dalam kasus dugaan pemerkosaan. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Ekuador mengumumkan telah mengabulkan status kewarganegaraan yang diajukan pendiri situs non-profit independen WikiLeaks, Julian Assange.

Menteri Luar Negeri Maria Fernanda Espinosa menyatakan, persetujuan permintaan warga negara dari Assange terjadi pada Desember 2017.

Baca: Jelang Piala Dunia 2018, Otoritas Rusia Musnahkan Banyak Anjing Liar

Assange diketahui bersembunyi di Kedubes Ekuador di London, Inggris, sejak 19 Juni 2012.

Sebelum memproses pengajuan proses naturalisasi, Assange terlebih dahulu mengajukan suaka politik ke pihak Ekuador.

Saat itu, Assange bersembunyi di sana setelah Swedia menudingnya telah melakukan kekerasan seksual.

Pengadilan Swedia memang telah menutup kasusnya 19 Mei 2017. Namun, Assange tetap memilih di Kedubes Ekuador.

Sebab, jika keluar, dia bakal ditangkap polisi London dengan tuduhan mangkir dari panggilan sidang setelah bebas dengan jaminan dari Amerika Serikat.

"Apa yang status naturalisasi berikan adalah perlindungan bagi para pencari suaka," kata Espinosa dilansir dari ABC News, Jumat (12/1/2018).

Espinosa berujar, pemerintah kini tengah berusaha memasukkan Assange sebagai bagian dari tim diplomatik mereka.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help