SerambiIndonesia/

Mihrab

Nurul Huda, Pertama di Aceh Barat

NUN di abad 18, masjid Nurul Huda, didirikan dan ditabal sebagai mesjid pertama di Kabupaten Aceh Barat

Nurul Huda, Pertama di Aceh Barat
MASJID Nurul Huda, Meulaboh, Aceh Barat, Senin (8/1). 

NUN di abad 18, masjid Nurul Huda, didirikan dan ditabal sebagai mesjid pertama di Kabupaten Aceh Barat. Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Nurul Huda HT Ahmad Dadek menjawab Serambi Mihrab (Senin, 8/1), mengatakan, dalam perjalanan waktu, di Seuneubok Meulaboh, Aceh Barat, dibangun masjid lain yaitu Masjid Agung Baitul Makmur. Oleh sebab itu tahun 2001 masjid Nurul Huda berubah status menjadi masjid Kecamatan Johan Pahlawan.

Masjid Nurul Huda yang dominan berwarna putih tersebut berada di Desa Kampung Belakang Kecamatan Johan Pahlawan. Nurul Huda merupakan masjid yang selamat dari guncangan gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 silam.

Warna putih sudah melekat sejak Masjid Nurul Huda pertama berdiri. Masjid ini dilengkapi dua kubah besar dan dua kubah sedang serta sebuah menara dengan ketinggian sekitar 80 meter warna putih plus hijau pada bagian tertentu.

Bangunan dalam masjid juga serba putih yang ditopang sejumlah tiang kokoh. Angin juga mudah memasuki masjid karena dilengkapi sejumlah jendela meski di dalamnya juga tersedia sejumlah kipas angin. Demikian juga dengan lantai yang dihiasai keramik berwarna putih. Saat ini masjid tersebut terus dibenahi termasuk tempat wudhuk.

Awalnya masjid ini berkonstruksi kayu yang dibangun masa Ulee Balang Meulaboh, Teuku Tjik Ali, yang menyediakan pertapakan tanah ketika Belanda masih menjajah waktu.

Nurul Huda kemdian diperluas seiring pertumbuhan Meulaboh yang waktu itu sedang membangun administrasi ekonomi dan keagamaan. Selain keberadaan bangunan masjid yang dapat menampung ribuan jamaah, juga dalam komplek tersebut hingga kini tersedia aktif pendidikan formal adalah MIN, MTsS, TK, dan sebelumnya tersedia pula gedung perkuliahan sebuah sekolah tinggi keagamaan, serta pesantren.

Sejarah mencatat Masjid Hurul Huda merupakan masjid perintis pertama yang menerapkan pemotongan hewan kurban di Aceh Barat. Meski Aceh Barat kini berusia 72 tahun dan Kota Meulaboh berusia 429 tahun, namun Masjid Nurul Huda ini sangat terkenal di wilayah itu. Banyak ulama besar yang aktif menjadi pengurus dan membesarkan masjid tersebut.

Setiap hari Kamis malam, Nurul Huda merupakan tempat berkumpulnya ratusan jamaah tablih dari kecamatan-kecamatan di Aceh Barat untuk beribadah. Hingga kini tetap ada pelaksanaan shalat lima waktu, shalat Jumat, shalat terawih, shalat Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha serta kegiatan keagamaan lainnya.

Dadek yang juga Kepala Bappeda Aceh Barat mengakui, secara bertahap bangunan masjid terus dibenahi dan ketika pasatsunami lalu bagian-bagian yang rusak pernah diperbaiki oleh Islamic Relief.(rizwan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help