SerambiIndonesia/

Rp 800 M untuk Jalan di Aceh

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I Banda Aceh, Ir Faturrahman mengatakan tahun ini

Rp 800 M untuk Jalan di Aceh
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Aceh Jaya memasang panplek tanda bahaya di lintasan Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya (Lamno).SERAMBI/SA’DUL BAHRI 

* Termasuk untuk Perbaikan Jembatan

BANDA ACEH - Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I Banda Aceh, Ir Faturrahman mengatakan tahun ini pemerintah pusat memplot anggaran 2018 senilai Rp 800 miliar. Dana untuk pemeliharaan dan perbaikan jembatan serta jalan nasional di Aceh ini hampir sama dengan tahun 2017 yang juga sekitar Rp 800 miliar.

Faturrahman menyampaikan hal ini kepada Serambi, Kamis (11/1) di Banda Aceh. Menurutnya, tahun ini tak ada pembangunan jalan baru, sehingga semua dana itu untuk pemeliharaan, peningkatan, serta perbaikan jembatan dan jalan. “Sampai minggu kedua bulan ini, 56 paket proyek pemeliharaan, peningkatan, dan perbaikan jembatan serta jalan nasional di Aceh sudah selesai dilelang. Dalam bulan ini juga akan dilakukan penandatanganan kontrak kerja,” kata Faturrahman.

Didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Banda Aceh, Ir Tabrani dan Sauqi, Faturrahman menyebutkan di antara proyek yang sudah dilelang dan akan teken kontrak kerja itu adalah lintasan Aceh Tamiang - batas Sumut yang pagu anggarannya sekitar Rp 50 miliar. Selanjutnya lintasan Takengon-Pameu, Pidie pagu anggaran Rp 30 miliar yang pemanfaatannya untuk peningkatan mutu jalan, pengaspalan, dan pergantian beberapa jembatan bailey dengan jembatan permanen dari beton maupun rangka baja.

Kemudian, pemeliharaan dan perbaikan kerusakan jalan Bireuen-Takengon Rp 50 miliar. Faturrahman menceritakan di ruas tersebut, dulu pernah direncanakan pembangunan jembatan Inang-inang 300 meter lebih. Pasalnya, jembatan Inang-inang hingga kini di pinggir tebing bukit yang curam, jalannya sempit, dan berkelok-kelok, sehingga mobil jenis truk sangat sulit melintas.

“Beberapa waktu lalu Dinas PU Aceh, pernah mengusulkan pembiayaan pembangunan jembatan Inang-inang kepada Kementerian PU, namun sampai kini belum direspon yang kami belum tahu penyebabnya,” jelas Faturrahman.

Faturrahman menambahkan, jadwalnya hari ini, Jumat (12/1), mereka akan membawa Anggota DPR RI dari Komisi V ke ruas jalan di Inang-inang itu, sehingga proyek pembangunan jembatan Inang-inang tersebut bisa diusul kembali menjadi salah satu pembangunan jembatan rangka baja proyek strategis nasional di wilayah tengah Aceh.

Selain itu, lanjut Tabrani lintasan jalan lama Takengon-Gayo Lues melalui Uwak-Simpang Uning. Sepanjang 30-40 Km di lintas tersebut ada lanjutan perbaikan dan peningkatan mutu jalan yang sudah dikerjakan sejak 2016 melalui sistem kontrak kerja multi years (lebih dari setahun) 2016-2018. “Pada tahun pertama 2016 dialokasikan dana Rp 150 miliar dari total pembiayaannya Rp 357 miliar. Tahun ini, merupakan tahun terakhir dan diharapkan pembangunannya bisa tuntas 100 persen,” sebut Tabrani.

Pemeliharaan dan perbaikan jembatan dan jalan juga dilakukan untuk wilayah pantai barat-selatan Aceh tembus ke tengah. Mulai dari Banda Aceh-Aceh Besar hingga batas Aceh Jaya sepanjang 150 Km yang sudah diplot Rp 100 miliar lebih. Selanjutnya, ruas jalan Beutong-Nagan Raya-Takengon, Aceh Tengah.

Sedangkan untuk proyek pembangunan Terowongan Geurute, Aceh Jaya, menurut Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Aceh, Faturrahman hingga kini baru selesai studi kelayakannya. Ia mengatakan dalam setiap kesempatan, program itu selalu mereka ajukan menjadi proyek strategis jalan nasional, namun hingga kini belum masuk. “Sepertinya politisi Aceh di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, membantu untuk bisa menggolkan proyek tersebut ke dalam proyek strategis infrastruktur nasional,” timpal Sauqi. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help