Semua Korban Ditikam dengan Pisau Dapur

Sumber Serambi dari kalangan kepolisian menjelaskan, orang pertama yang diduga dibunuh Ridwan

Semua Korban Ditikam dengan Pisau Dapur
RIDWAN (22), tersangka pembunuh satu keluarga keturunan Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh, saat ditangkap di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Rabu (10/1).

Sumber Serambi dari kalangan kepolisian menjelaskan, orang pertama yang diduga dibunuh Ridwan adalah Asun di lantai dasar ruko yang dikontrak oleh korban.

Kejadiannya bermula Jumat, sekitar pukul 15.00 WIB, Asun menyuruh tersangka Ridwan menaikkan barang ke mobil Grand Max-nya untuk dipasarkan.

Ketika pelaku sedang menaikkan barang ke mobil itu dan turut diperhatikan korban, keluarlah kata-kata kasar Asun yang dianggap tersangka merendahkan martabatnya, sehingga kesabaran Ridwan hilang.Pada saat korban tengah membelakangi Ridwan, tersangka yang baru bekerja sebulan pada Asun, langsung kalap. Ia pukul korban dari belakang berkali-kali dengan tangannya. Asun pun rubuh ke lantai rukonya, akibat pukulan beruntun Ridwan.

Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk mengambil kayu di luar ruko korban lalu ia pukulkan berkali-kali ke tubuh Asun sampai ia tak sadarkan diri.

Tersangka kemudian masuk ke ruko dan mengambil pisau dapur. Lalu pisau itu dia hunjamkan ke tubuh korban sehingga Asun tewas di tempat. Tersangka kemudian menyeretnya ke kamar mandi dan pintunya ia kunci dari luar.

Tak lama berselang setelah Asun dieksekusi, tiba-tiba tersangka mendengar suara anak korban yang berada di ruko satunya lagi. Tersangka pun masuk ke ruko tersebut. Ia bertemu istri korban, Minarti yang langsung bertanya kepadanya hendak ke mana. Diduga saat itu Minarti tak tahu bahwa suaminya sudah dibunuh tersangka di ruko sebelah.

Tanpa basa-basi pelaku langsung memukul wanita malang itu sambil menghunjamkan pisau ke tubuhnya. Anak korban, Calliestos NG (8 tahun) yang melihat adegan itu tak bisa berbuat apa-apa, kecuali berteriak.

Anak itu pun dibunuh tersangka, karena sambil menjauh ke arah dapur ia berkali-kali teriak minta tolong. Tersangka khawatir teriakannya didengar tetangga, maka langsung ia habisi.

Pekikan Calliestos terhenti dan suaranya tercekat ketika tersangka menancapkan pisau ke leher dan tubuh korban. (mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help