Ternyata, Ini Jalur Masuk Penyelundupan 40,23 Kg Sabu Asal Malaysia

Hal itu disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di BNK Aceh Tamiang , Jumat (12/1/2018).

Ternyata, Ini Jalur Masuk Penyelundupan 40,23 Kg Sabu Asal Malaysia
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
BNN menggelar konferensi pers di BNK Aceh Tamiang terkait pengungkapan penyelundupan sabu sebanyak 40,23 Kg, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG -  Sebanyak 40,23 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang berhasil diamankan BNN RI bekerja sama dengan BNP Aceh, BNK Kota Langsa, dan Bea Cukai Aceh.

Ternyata, barang haram itu dimasukkan dari pesisir laut Desa Bagok Panah, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur menggunakan speed boat, pada Rabu (10/1/2017).

Hal itu disampaikan Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari dalam konferensi pers di BNK Aceh Tamiang , Jumat (12/1/2018).

Arman Depari mengatakan, sesuai informasi yang diterima, ada pengiriman narkotika jenis sabu-sabu ke Aceh yang berasal dari Pulau Penang, Malaysia.

(Baca: BREAKING NEWS: BNN Kembali Ungkap Penyelundupan 40.23 Kilogram Sabu)

Proses masuk ke Aceh melalui perairan laut pesisir Bagok Panah, Aceh Timur.

Mendapat informasi tersebut, petugasnya melakukan penyelidikan baik di darat maupun di laut hingga akhirnya menemukan  dan mengikuti Ramli,  salah satu dari keempat tersangka yang diamankan BNN.

Saat itu Ramli sudah menerima 19 bungkus sabu-sabu yang dikirim dari luar negeri yang dimasukkan dalam karung dan ditangkap petugas BNN di depan pekarangan rumahnya Di Dusun Petua Mae, Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, pada Rabu (10/1/2018) pukul 05.45 WIB.

Barang haram tersebut dibagi dua, temuan pertama narkoba tersebut sempat disembunyikan oleh tersangka dengan cara dikubur di depan perkarangan rumah sebanyak 30 kilogram.

Satu bagian lagi, ditemukan di dalam speed boat yang membawa narkoba masuk dari Malaysia ke Indonesia sebanyak 10 kilogram. (*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help