SerambiIndonesia/

Tersangka Linglung Saat di Bandara

KEPALA Bidang Humas Polda Aceh,Kombes Pol Misbahul Munauwar SH menceritakan ending dari upaya pelarian

Tersangka Linglung Saat di Bandara
MISBAHUL MUNAUWAR Kabid Humas Polda Aceh

KEPALA Bidang Humas Polda Aceh,Kombes Pol Misbahul Munauwar SH menceritakan ending dari upaya pelarian tersangka Ridwan (22) setelah membunuh tiga korbannya di Gampong Mulia, Banda Aceh.

Saat tertangkap di Bandara Kualanamu, Sumut, oleh personel Satreskrim Polres Deli Serdang, tersangka belum memiliki tujuan pasti harus pergi ke mana. Namanya pun tak ada dalam manifes calon penumpang yang akan terbang. “Di tangannya pun tidak ada tiket. Saat itu dia linglung hendak pergi ke mana dan akhirnya ditangkap petugas di Bandara Kualanamu,” kata Kombes Misbah kepada Serambi kemarin.

Menurut Misbah, trsangka pertama kali diamankan oleh protokoler bandara dari Mapolda Aceh yang ditugaskan di Bandara Polonia atas nama Brigadir Faris. Tak lama setelah itu baru tiba personel Satreskrim Polres Deli Serdang dan menyusul personel Polresta dan Polda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Teuku Saladin SH menambahkan, dua jam pascatemuan tiga jenazah korban pembantaian, yakni Tjie Sun alias Asun (48) dan istrinya Minarni (40) serta anak lelaki mereka, Callietos NG (8) di Gampong Mulia, ia langsung mencurigai bahwa Ridwanlah--seorang pekerja di usaha Asun--sebagai tersangka dalam kasus yang menggemparkan ini.

Pasalnya, Ridwan telah meninggalkan kontrakannya dengan dalih pulang kampung. “Berdasarkan alat bukti serta informasi-informasi masyarakat yang kami terima, semakin menguatkan Ridwan sebagai pelakunya,” kata Saladin.

Kombes Saladin mengungkapkan petugas langsung bekerja keras melakukan penyelidikan dan menurunkan tim untuk memburu pelaku. Berbekal informasi yang telah diterima tim khusus gabungan Polresta dan Polda Aceh langsung memburu tersangka. Tim kepolisian itu awalnya mengejar Ridwan sampai ke desanya di Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. Namun, yang bersangkutan sudah tak berada lagi di sana.

Potugas akhirnya mendapatkan informasi bahwa tersangka telah menuju ke Aceh Barat Daya (Abdya). Di sana petugas sempat menemukan sepeda motor Honda Scoopy milik korban yang ditinggalkan oleh tersangka dan Ridwan memilih untuk naik mobil travel umum menuju ke luar Aceh.

“Kecurigaan semakin kuat bahwa Ridwan pelakunya, sehingga mulai saat itu tim bekerja ekstra dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait dengan harapan tersangka tertangkap. Tersangka Ridwan akhirnya berhasil dibekuk di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara berkat bantuan dari Polres Deli Serdang,” pungkas Kapolresta.

Sementara itu, tersangka Ridwan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), pukul 14.30 WIB kemarin. Ia diangkut menggunakan pesawat Citilink, lalu saat ke luar dari bandara ia dibawa ke luar dari jalur lain. Bukan jalur yang biasa dilalui oleh penumpang dari dalam negeri (kedatangan domestik).

Akibatnya, semua wartawan yang sudah menunggu dari pagi dengan penuh harap di pintu kedatangan domestik kecewa begitu mendapat informasi bahwa tim yang membawa pulang tersangka dari Kualanamu, Sumatera Utara, justru melewati jalur lain.

Hal itu membuat para wartawan yang sudah menunggu sejak pagi kecewa. “Seharusnya kalau dikoordinasikan dari awal dan kalau memang mereka tidak berkenan kita ambil gambar di sini (Bandara SIM), bukan begini caranya kita diperlakukan. Dari pagi kita menunggu dan kita berkoordinasi baik-baik dengan mereka dan mengatakan menunggu di sini. Eh, tapi ujung-ujungnya kita diperlakukan begini,” kata Mukhtaruddin Yacob, kontributor televisi swasta nasional didampingi sejumlah wartawan lainnya.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help