471 Lobster Bertelur Siap Ekspor Disita

Sebanyak 471 ekor lobster bertelur disita petugas pada Rabu (10/1) di penampungan Kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh

471 Lobster Bertelur  Siap Ekspor Disita
LEPASLIAR LOBSTER - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar, Gunawan bersama petugas karantina Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Aceh melepaskan udang lobster di perairan Pulo Tuan, Ujung Pancu, Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat (27/11). Sebanyak 60 ekor lobster yang disita di Bandara Kualanamu, Medan, dilepasliarkan ke habitatnya. SERAMBI/JALIMIN 

BANDA ACEH - Sebanyak 471 ekor lobster bertelur disita petugas pada Rabu (10/1) di penampungan Kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh. Penyitaan itu dilakukan dalam operasi gabungan tim Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIMP) Aceh, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, beserta Polsek Ulee Lheue.

Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian, dan Informasi BKIPM Aceh, Hudaibiya Al Faruqie, mengatakan, ratusan lobster bertelur tersebut disita setelah mendapatkan informasi adanya lobster bertelur yang akan diekspor.

Selanjutnya, petugas langsung menuju tempat penampungan di Kawasan Ulee Lheue. Hasilnya, mereka mendapati lima penampungan yang menampung lobster bertelur di dalam keramba. Ditambahkan, selama ini lobster tersebut ditangkap di kawasan Simeulue, Aceh Jaya, Aceh Besar, hingga Aceh Barat diekspor dalam kondisi hidup. Sehingga untuk menjaga supaya tetap hidup, sebelum diekspor disimpan dalam keramba di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Sebagian besar dibawa keluar melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

Namun beberapa waktu lalu, petugas karantina mendapatkan informasi bahwa ada lobster bertelur yang akan diekspor. Untuk mengelabui petugas, pemiliknya memisahkan telor dengan induknya. “Namun berdasarkan beberapa informasi yang kita dapatkan, akhirnya kita berhasil menyita ratusan lobster bertelur itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, operasi gabungan itu untuk menegakkan Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Pelarangan Penangkapan Lobster. Karena dalam aturan itu dilarang menangkap lobster bertelur. Akhirnya, lobster yang disita itu lalu dilepaskan kembali ke perairan Ulee Lheue.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help