Awal 2018, Dua Kasus HIV Ditemukan di Lhokseumawe

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe pada pekan pertama 2018, kembali menemukan dua kasus baru

Awal 2018, Dua Kasus HIV Ditemukan di Lhokseumawe
Fine Art America
Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) 

LHOKSEUMAWE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe pada pekan pertama 2018, kembali menemukan dua kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV). Total kini jumlah pengidap HIV/AIDs di Kota Lhokseumawe sudah mencapai 49 orang, di mana 14 diantaranya meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Lhokseumawe, dr Helizar, Jumat (12/1), menerangkan, kasus HIV terbaru terungkap saat proses pemeriksaan di salah satu Voluntary Counseling and Testing (VCT) Puskesmas Kota Lhokseumawe. Dia mengakui, sekarang ini animo masyarakat Lhokseumawe untuk memeriksa dirinya apakah terjangkit HIV/AIDs ke VCT terus meningkat. “Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menghindari penyakit yang mematikan tersebut semakin baik,” jelasnya.

Dirincikannya, saat ini VCT sudah terdapat di Puskesmas Muara Dua, Puskesmas Muara Satu, dan Rumah Sakit Kesrem. “Kita terus mengimbau kepada masyarakat yang merasa pernah melakukan perbuatan yang rentan terkena penyakit mematikan tersebut, seperti suntik narkoba atau hubungan intim bukan dengan istri/suami sendiri, bisa segera melakukan pemeriksaan gratis di VCT. Bila dalam hasil pemeriksaan dinyatakan positif terjangkit, maka identitas pasien pasti dirahasiakan,” imbaunya.

Pemeriksaan sejak dini, ucap dia, sangatlah bagus. Sebab, jika dinyatakan positif dan masih di tingkat HIV, maka bisa langsung dapat penanganan, seperti konseling dan minum obat secara rutin untuk menekan laju virus, sekaligus menjaga stamina tubuh.(bah)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved