Bocah Geudong Terpaksa Merayap ke Sekolah

Muhammad Akbar (9), bocah asal Desa Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara tiap pagi selama enam bulan belakangan ini

Bocah Geudong Terpaksa Merayap ke Sekolah
SERAMBI/JAFARUDDIN
ANGGOTA DPD RI, H Sudirman alias Haji Uma menyerahkan bantuan kursi roda dan keperluan sekolah kepada Muhammad Akbar, bocah asal Desa Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara yang tak bisa berjalan karena penyempitan saraf tulang belakang, Kamis (11/1) malam. SERAMBI/JAFARUDDIN 

LHOKSUKON - Muhammad Akbar (9), bocah asal Desa Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara tiap pagi selama enam bulan belakangan ini, harus merayap sejauh sampai satu kilometer untuk sampai ke sekolahnya. Karena anak ketiga dari empat bersaudara yang baru tahun ini masuk sekolah dasar (SD), tak bisa berjalan normal seperti bocah lain seusianya. Bocah periang ini ‘divonis’ mengidap penyempitan saraf di pinggang sehingga pertumbuhan kakinya tidak normal.

“Sembilan tahun yang lalu ketika mengandung untuk anak ketiga saya ini (Muhammad Akbar), dokter menyarankan agar saya melahirkan secara operasi (cesar), karena berat anak saya ketika itu mencapai 4 kilo. Tapi, karena saya tak memiliki uang untuk operasi, sehingga terpaksa melahirkan secara normal,” ujar Jannati (35), ibu kandung M Akbar kepada Serambi, Kamis (11/1). Jannati mengungkapkan, dia sempat kesulitan ketika melahirkan Akbar, bahkan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dua anaknya terdahulu. “Selain itu, sejak kecil anak saya itu mengeluarkan cairan di pinggang bagian belakang. Dokter menyebutkan dia harus segera dioperasi karena mengalami penyempitan saraf. Meskipun biaya operasi gratis, tapi untuk transportasi tak punya uang,” katanya.

Jannati mengungkapkan, sebenarnya dia tak tega melihat anaknya merayap ke sekolah, sehingga Akbar sempat tidak di sekolahkan. Namun karena semangatnya sangat menggebu-gebu, maka pada tahun ajaran kali ini bocah tersebut didaftarkan di SD dekat dengan kediamannya. “Karena tak bisa berjalan, Akbar setiap hari harus merayap ke sekolah sehingga bagian lututnya berdarah dan kakinya kotor. Saya tak bisa mengantar sebab tiap pagi harus mengupah cuci pakaian dan menyediakan sarapan untuk tiga anak saya yang lain,” ungkapnya. “Alhamdulillah, anak saya tak minder. Meskipun kondisi fisiknya demikian, tapi dia anak yang cerdas,” tukas Jannati.

Tapi kini Jannati bisa sedikit bergembira. Sebab, setelah mendapat bantuan kursi roda dari H Sudirman alias Haji Uma, anggota DPD RI yang diantarnya pada Kamis (11/1) malam, kini Akbar tak perlu lagi merayaap karena sudah bisa bersekolah dengan kursi roda. “Alhamdulillah, kini anak saya sudah bisa ke sekolah dengan kursi roda,” ucapnya penuh syukur. Apalagi Jannati mengaku sudah lama mengurus bantuan kursi roda, termasuk ke sejumlah anggota dewan dan dinas, tapi sampai sekarang tak mendapatkannya.

Sementara itu, Haji Uma menerangkan, dia mendapat informasi dari warga ada bocah yang harus merayap ketika ke sekolah. Dia pun langsung berkomunikasi dengan Dinas Sosial Aceh untuk menanyakan bantuan kepada anak tersebut. “Ketika kita sampaikan Kepala Dinas Sosial Alhudri, dia merespons dan bersedia membantu. Langsung kita tugaskan staf untuk membawa bantuan tersebut dari Banda Aceh ke Aceh Utara guna dapat kita serahkan kepada bocah itu,” bebernya.

Selain kursi roda, Haji Uma juga menyerahkan bantuan pribadinya dalam bentuk uang, tas, dua seragam sekolah, dan buku. “Saya sedih mendengar dan ketika melihat langsung kondisi bocah tersebut. Karena itu, kita langsung mengantar bantuan meskipun sudah malam, supaya anak itu tetap bisa sekolah,” pungkas Haji Uma.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help