SerambiIndonesia/

Ibu Tiga Anak Bunuh Suami

Tiomas boru Panjaitan (50), ibu tiga anak, warga Desa Lawe Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara (Agara)

Ibu Tiga Anak Bunuh Suami
SERAMBI/ASNAWI LUWI
PETUGAS mengevakuasi jasad Hasudungan Aruan, korban pembunuhan oleh istrinya yang ditanam di kebun kakao Desa Lawe Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Jumat (12/1).SERAMBI/ASNAWI LUWI 

KUTACANE - Tiomas boru Panjaitan (50), ibu tiga anak, warga Desa Lawe Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara (Agara), tega menghabisi nyawa Hasudungan Aruan (55) yang tak lain adalah suaminya karena sering cekcok. Jasad korban bahkan dia tanam sendirian di kebun cokelat, sekitar 2 kilometer dari rumah mereka sebagai tempat kejadian.

Kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Agara itu terungkap setelah masyarakat Lawe Petanduk kehilangan seorang warganya hampir sebulan lalu dan menggelar rapat di kantor desa pada Kamis (11/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam rapat yang dihadiri Tiomas Panjaitan itu, ia langsung mengakui bahwa dialah yang telah membunuh suaminya. Jadi, sang suami bukan hilang, melainkan ia kubur di kebun kakao mereka.

Kepala desa dan warga yang hadir sangat terkejut mendengar pengakuan istri Hasudungan itu. Sebagian yang hadir pun langsung mengamankan tersangka dan diserahkan ke Polsek Semadam.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi didampingi Kapolsek Semadam, Ipda Saniman, kepada Serambi, Jumat (11/1) mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tersangka di Polsek Semadam.

Tersangka, menurutnya, mengaku telah membunuh suaminya pada 15 Desember 2017 dengan motif karena sering bertengkar atau cekcok. Tersangka juga mengaku bahwa jasad korban ia kubur sendirian di kebun cokelat. Jarak kebun itu dengan rumahnya sebagai tempat kejadian, sekitar 2 km.

Jasad korban dibalut tersangka dengan plastik hitam, lalu dia angkut naik grek (arco), dan ia tanam dengan posisi telentang, tangan kiri korban memegang kepala, dan tangan kanannya berada di paha kanan. Saat digali kemarin pagi, terlihat kondisi fisik korban remuk dan wajahnya sulit dikenali.

Kepada Serambi yang menanyai tersangka mengaku bahwa dia tidak membunuh langsung sang suami, tapi hanya mendorongnya saja sehingga terjatuh dan kepalanya terbentur batu, lalu tewas seketika.”Saya tidak membunuh, hanya mendorongnya. Dia sering mabuk dan memukuli saya,” ujar tersangka yang bermarga Panjaitan. Penduduk desa itu mayoritas bermarga.

Saat ditanya Serambi lebih lanjut dengan apa dia bawa mayat suaminya ke kebun kakao, mendadak tersangka mengaku sedang pusing. “Sudahlah, jangan tanyai aku lagi. Sedang pusing aku nih,” ujarnya.

Pukul pakai besi
Saat dihubungi ulang Serambi tadi malam, Kapolsek Semadam melengkapi dan memperbarui beberapa keterangan yang ia berikan siangnya.

Berdasarkan hasil interogasi penyidik kemarin sore, tersangka akhirnya mengaku bahwa suaminya memang sengaja dia bunuh dengan cara memukul tengkuknya dengan besi. Jadi. bukan dia dorong dengan tangan lalu jatuh dan tewas karena kepalanya terbentur batu.

Setelah korban terjatuh, malah masih ia pukul sampai tak lagi berkutik. Peristiwa itu terjadi tanggal 6 Desember 2017 sekira pukul 10.00 WIB di rumah mereka.

Sorenya sekitar pukul 15.00 WIB, barulah mayat korban dikeluarkan tersangka dari rumah. Dia bungkus jasad suaminya dengan plastik hitam lalu dinaikkan ke grek, kemudian dia sorong hingga ke kebun cokelat dan ia kubur sendirian di sana. Kemarin pagi kubur itu digali warga dan kerangka korban kemudian dipindah ke tempat yang wajar. (as)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help