Keluarga Mengamuk, Rekonstruksi Ditunda

Rekonstruksi (reka ulang) kasus perampokan yang berujung Nek Aisyah (87), warga Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron

Keluarga Mengamuk, Rekonstruksi Ditunda
AHMAD UNTUNG SURIANATA, Kapolres Aceh Utara

* Kasus Pembunuhan Nek Aisyah

LHOKSUKON - Rekonstruksi (reka ulang) kasus perampokan yang berujung Nek Aisyah (87), warga Desa Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara tewas setelah dibuang ke sumur yang  digelar pada Kamis (11/1) sore, terpaksa ditunda. Dari 25 adegan reka ulang yang direncanakan, hanya sempat dilaksanakan 22 adegan saja. Penyebabnya karena pihak keluarga korban mengamuk dan sempat memukul kepala tersangka.

Diberitakan sebelumnya, Aisyah diduga dirampok di rumahnya di Desa Cibrek Tunong pada Jumat (22/12) siang. Pelaku juga membuangnya ke dalam sumur dengan posisi kepala ke bawah. Saat ditemukan di dalam sumur, korban masih hidup, namun tak lama setelah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat, Nek Aisyah meninggal dunia. Sehari kemudian atau Sabtu (23/12) petang, tim Polres Aceh Utara berhasil membekuk Ahmad Ibrahim (46), asal Meunasah Kubang, Kecamatan Syamtalira Aron, sebagai tersangka perampokan sekaligus pembunuhan terhadap Aisyah.

Reka ulang itu diawali ketika tersangka mendatangi rumah korban untuk membayar utang pada anak korban. Karena tak ada anak korban, tersangka menunggu di teras sambil main game di handphone. Lalu dia minta izin sebentar ke korban untuk ke kamar mandi. Setelah buang air kecil, tersangka berjalan ke arah pintu tempat korban berdiri dan melihat cincin emas di tangan kanan korban.

Kemudian, tersangka memegang tangan kiri korban untuk membuka cincin di jari korban dengan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanan tersangka memegang lengan kiri korban. Korban mencoba melawan hingga jilbabnya lepas dan jatuh ke lantai. Lalu tersangka menarik korban ke arah WC sambil membuka cincin di jari tangan kiri korban.

Sedangkan tangan kanan tersangka mencekik leher korban, sambil mendorong hingga korban terjatuh ke sumur. Setelah itu, tersangka masuk ke kamar korban untuk mencari uang dan emas.

Melihat adegan yang memiriskan hati tersebut, seketika anak korban mulai emosi dan marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata kotor kepada tersangka. Pada adegan ke-22, tersangka keluar dari kamar tidur utama. Saat itulah salah satu anak korban memukul kepala tersangka. Ketika hendak memukul lagi, tersangka langsung diamankan polisi ke tempat yang lain. Ratusan personel kepolisian yang diturunkan ke lokasi pun mengamankan tersangka dari amukan keluarga korban.

Sejumlah personel lainnya menjaga lalu lintas, karena banyak pengguna jalan yang melintasi kawasan itu sengaja berjalan lamban untuk melihat reka ulang tersebut. Lalu, petugas langsung mengamankan tersangka ke Mapolres untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan.

Tiga Adegan Lagi di Mapolres
Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah kepada Serambi, kemarin, membenarkan, reka ulang kasus perampokan yang berujung tewasnya Nek Aisyah terpaksa ditunda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, pihak keluarga korban sudah sangat emosi dan membuat rusuh dengan memukul tersangka. Imbasnya, dari 25 adegan yang direncanakan, kemarin hanya sempat terlaksana 22 adegan saja.

“Tiga adegan lagi yang kemarin belum terlaksana, nanti akan kita gelar di mapolres. Tiga adegan itu yakni, adegan setelah tersangka merampok dan mendorong korban jatuh ke sumur,” jelasnya. “Jadi, perbuatan tersangka sudah jelas. Kita sekarang menunggu jaksa, kapan bisa kita reka ulang tiga adegan lagi,” pungkasnya.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved