Tafakur

Memenuhi Panggilan

Tatkala mendapat panggilan atau undangan dari orang kaya atau pejabat tinggi, kita umumnya berusaha untuk segera memenuhinya dengan tepat waktu

Memenuhi Panggilan
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

 “Iblis berkata: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (QS. Al A’raf : 16-17).

 Tatkala mendapat panggilan atau undangan dari orang kaya atau pejabat tinggi, kita umumnya berusaha untuk segera memenuhinya dengan tepat waktu. Walaupun jauh dan dalam keadaan terik atau hujan, tetap berangkat dengan penuh persiapan dan berpakaian lengkap dan bersih. Namun di saat dipanggil untuk menghadap Allah melalui shalat, banyak yang tak mau peduli, memperlambat-lambat, dan kurang bersemangat. Hanya sedikit hamba beriman yang memenuhinya dengan sungguh-sungguh.

 Lebih-lebih pada waktu isya atau subuh, lebih sedikit lagi yang mau bangkit untuk memenuhi undangan Allah. Hanya satu dua. Ini suatu bukti bahwa kebanyakan kita mendukung setan untuk memenuhi janjinya kepada Allah bahwa akan berusaha menggoda hingga kebanyakan kita manusia tidak akan taat kepada Allah. Ini juga suatu bukti kuatnya kemunafikan dalam diri kita. Walaupun mengaku hidup ini diserahkan seluruhnya kepada Allah, tetapi dalam kenyataannya tak demikian.

 Mengapa kebanyakan kita tak mau bersungguh-sungguh memenuhi panggilan Allah? Apa itu karena Allah kurang memberi harta kekayaan, keistimewaan, atau kesenangan? Padahal kita menikmati semua itu setiap saat. Bahkan Allah menambahkan janjinya bahwa akan memberikan jalan keluar dalam hidup ini dengan cara yang tak disangka-sangka, bila kita mau menaatinya.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help