Mengepung Sindikat Narkoba di Darat dan Laut

DEPUTI Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, keberhasilan pihaknya menggagalkan penyelundupan 40 kg narkotika

Mengepung Sindikat Narkoba di Darat dan Laut
SERAMBI/ M Nasir
DEPUTI Pemberantasan BNN pusat, Irjend (Pol) Arman Depari didampingi Kepala BNP Aceh, Brigjend (Pol) Faisal Abdul Naser, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Ketua DPRK Fadlon, Kepala BNK Aceh Tamiang, AKBP Trisna Sapari, Kepala BNK Kota Langsa, AKBP Navri Yuleni dan Kepla Bea Cukai Aceh, memberi keterangan terkait penggalan penyulupan narkotika jenis sabu - sabu sebanyak 40,23 kilogram di Kantor BNN Aceh Tamiang, Jumat (12/1) SERAMBI/ M Nasir 

DEPUTI Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, keberhasilan pihaknya menggagalkan penyelundupan 40 kg narkotika jenis sabu ke daratan Aceh tidak terlepas dari bantuan dan informasi berbagai pihak.

Pada awalnya, kata Arman, pihaknya mendapatkan informasi adanya peredaran narkotika golongan I jenis sabu yang dikirim dan Penang, Malaysia ke Indonesia melalui Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur melalui jalur laut.

Berangkat dari informasi awal itu, BNN melakukan penyelidikan di darat maupun di laut hingga akhirnya menemukan dan mengikuti seseorang berinisial HR yang saat itu menggunakan sepeda motor BL 3596 ZQ. HR diduga telah menerima narkotika jenis sabu yang dikirim sindikat Malaysia.

Tim BNN menangkap HR di pekarangan rumahnya di Dusun Petua Mae, Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Rabu 10 Januari 2018 sekitar pukul 05.45 WIB.

Saat itu tersangka HR membawa 19 bungkus sabu di dalam karung.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka AM di rumahnya di Dusun Di Cungai, Desa Bantayan, Kecamantan Nurussalam, Aceh Timur. AM berperan menyerahkan sabu ke HR.

berikutnya, tersangka JM diciduk di rumahnya, Dusun Pelita, Desa Bantayan. JM berperan mengambil sabu di tengah laut bersama AM.

Tim BNN juga menangkap SN yang berperan sebagai orang yang diperintahkan AM untuk memindahkan sabu yang dibawa JN dalam kapal motor untuk diberikan kepada HR dengan cara meletakkan ke dalam sepeda motor milik HR yang parkir di jalan sungai Kuala Bagok.

Tidak berhenti sampai di situ. Petugas kembali menggali informasi terhadap tersangka AM dan hasilnya didapat bahwa tersangka AM sebelumnya telah mengambil narkotika sebanyak 39 bungkus (setara 39 kg) di perairan Selat Malaka bersama dengan JN menggunakan kapal motor menuju sungai Kuala Bagok, Desa Bantayan dan menyuruh JN untuk menyimpan 10 bungkus narkotika di dalam kapal yang sedang diperbaiki di aliran Sungai Kuala Bagok.

Petugas menggeledah kapal dan menemukan sabu sebanyak 10 bungkus. Berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka, AM bersama dengan tersangka SN telah menyerahkan sabu kepada HR sebanyak 29 bungkus, namun yang berhasil disita hanya 19 bungkus.

Atas keterangan AM, petugas kembali menggali informasi terhadap HR dan tersangka mengaku sisa sabu sebanyak 10 kg telah dikubur (ditanam) di pekarangan rumah SN di Dusun Petua Mae, Desa Bagok Panah Peut. Hasil penggeledahan, petugas menemukan sabu sebanyak 11 bungkus yang dikubur di pekarangan dekat kandang ayam.

Tersangka AM dan HR mengaku mereka dikendalikan Dek Bad yang saat ini sedang diburu BNN.

Juga dijelaskan, lokasi penangkapan pertama di Desa Bagok Panah, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur sebanyak 30 kg sabu. Sedangkan lokasi penangkpan kedua di Desa Batayan, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur (dalam speed boat) sebanyak 10 kg.(md)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help