Nasabah Bank Dihipnotis, Rp 350 Juta Raib

Damai, warga Kampung Tetunyung, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, diduga menjadi korban hipnotis

Nasabah Bank Dihipnotis,  Rp 350 Juta Raib
Capture CCTV
Cuplikan rekaman video CCTV saat pelaku membantu korban menarik uang di teller bank 

TAKENGON - Damai, warga Kampung Tetunyung, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, diduga menjadi korban hipnotis. Tak tanggung-tanggung, pelaku menguras uang milik korban hingga Rp 350 juta lebih. Kasus hipnotis ini terjadi Selasa (9/1) lalu, di salah satu bank di kota dingin Takengon.

Aksi kriminal dengan cara hipnotis ini, baru mengemuka seiring dengan mulai beredarnya video kejadian tersebut. Videonya dengan cepat menyebar di kalangan masyarakat. Dalam video tersebut, korban yang ketika itu mengenakan jaket training dan berpeci, ditemani salah seorang yang diduga sebagai pelaku menarik uang di salah satu bank di kota Takengon.

Dalam video berdurasi lebih dari satu menit itu, pelaku yang diduga telah menghipnotis korban mengenakan jaket jin, terlihat dengan santai ikut membantu korban mengemasi uang ratusan juta ke dalam kantong plastik, setelah selesai menarik uang dari counter teller (meja kasir).

“Kejadian itu memang benar. Dan sudah dilaporkan ke polisi,” kata salah seorang keluarga korban, Nadia Resti, saat dihubungi Serambi, Jumat (12/1).

Menurut Nadia, sebelum kejadian, ayahnya dijumpai seseorang yang tak dikenal di Jalan Sengeda, Takengon. Tak lama setelah berbincang-bincang, korban pulang ke rumah untuk mengambil mobil dan buku tabungan. “Setelah itu, bapak saya mengambil uang ke bank dan menyerahkan seluruhnya kepada pelaku,” jelas Nadia.

Setelah ayahnya menarik uang di bank, lanjut Nadia, malah sempat jalan-jalan bersama pelaku dan berhenti di salah satu meunasah pinggir jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Mongal. “Waktu itu, bapak sempat disuru shalat syukur oleh pelaku. Ketika bapak sedang shalatlah, pelaku kabur membawa uang 350 juta rupiah. Nah, di situlah bapak baru sadar dan langsung melapor ke polisi,” tutur Nadia.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, pelaku saat beraksi di Kampung Tetunyung, Aceh Tengah, Selasa lalu, menyaru sebagai penjual batu merah delima. Setelah berhasil memperdaya korban, pelaku yang diduga berjumlah tiga orang itu membawa kabur uang ratusan juta rupiah milik korban.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi, melalui Kasat Reskrim, AKP Fadillah Aditya kepada Serambi, Jumat (12/1) membenarkan adanya laporan terkait kasus raibnya uang milik Damai. Namun, untuk sementara kejadian itu digolongkan sebagai aksi penipuan atau pencurian. “Kita belum berani menyimpulkan, apakah kasus ini terkait hipnotis atau tidak. Yang jelas, ini merupakan kasus penipuan dan pencurian,” kata Fadillah Aditya.

Dia juga menyebutkan kronologi kejadian itu. Berawal ketika korban dibujuk untuk membeli batu merah delima oleh pelaku dengan iming-iming bisa dijual lagi dua kali lipat. Korban pun menuruti permintaan pelaku dan menyerahkan uang kepada pelaku. “Setelah memberikan uang, korban bersama pelaku pergi ke kawasan Mongal. Ketika korban sedang shalat, pelaku kabur dengan membawa uang milik korban sekitar 300 juta rupiah lebih,” jelas Fadillah.

Untuk mengungkap kasus tersebut, lanjut Fadillah, pihaknya sedang memburu para pelaku. Namun, pelaku diperkirakan berasal dari daerah lain karena tidak ada yang mengenal para pelaku saat mereka datang ke bank maupun saat mampir di meusanah tempat Damai disuruh shalat syukur. “Sampai hari ini kita masih melacak keberadaan pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah sembari mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan berhati-hati terhadap penipuan seperti ini. (my)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help