Pasien Cuci Darah Meningkat di Sigli

Jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan pencucian darah secara rutin atau sekitar dua kali seminggu terus meningkat

Pasien Cuci Darah Meningkat di Sigli
tribunnews.com
Ilustrasi 

SIGLI - Jumlah pasien gagal ginjal yang melakukan pencucian darah secara rutin atau sekitar dua kali seminggu terus meningkat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chik Ditiro Sigli, Pidie. Umumnya pasien mengalami gagal ginjal akibat batu yang bersarang di organ tersebut serta penyakit diabetes yang dialami.

“Untuk bulan Desember 2017, jumlah pasien cuci darah 142 orang. Setiap orang harus cuci darah dua kali seminggu,” kata Direktur RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, drg Mohd Riza Faisal MARS yang didampingi Sekretaris Ruang Haemodialisa (cuci darah), Wirawan, Jumat (12/1). Rumah sakit ini terus berupaya menambah berbagai fasilitas, mulai gedung sampai peralatan medis.

Seiring meningkatnya jumlah pasien cuci darah, RSU Tgk Chik Ditiro Sigli pun menambah 10 unit alat cuci darah lagi dari 19 unit yang telah ada saat ini. Dia menjelaskan, jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan pengobatan cuci darah saat ini semakin meningkat, sehingga sangat diperlukan penambahan alat.

“Dengan bertambahnya alat, bisa mengatasi jumlah pasien yang ada. Soalnya, jumlah pasien gagal ginjal meningkat, sehingga pengaturan shift saat ini hingga tengah malam. Idealnya shift pada pagi hari, siang, dan sore saja,” katanya.

Sebelumnya, banyak pasien gagal ginjal membutuhkan cuci darah dan berobat ke Banda Aceh. Namun setelah merasakan pelayanan di Sigli, maka mereka melakukan cuci darah di RSU Sigli.

Seharusnya, ada 20 alat cuci darah standby, tapi satu di antaranya rusak. Oleh karenanya, mulai tahun ini akan ditambah lagi alat tersebut supaya pasien lebih nyaman pengaturan shiftnya. Apalagi ada kecenderungan jumlah pasien terus meningkat. Pada bulan Desember 2017 saja mencapai 142 orang.

Dijelaskan Mohd Riza, rata-rata per hari terdapat 3 shift. Setiap satu shift mencapai 17 orang. Namun, ada dua alat yang disiagakan untuk pasien yang emergency. Ada rencana penambahan 10 mesin lagi, karena pasien Sigli banyak dari Banda Aceh. “Pasien asal Sigli cuci darah di sini untuk mengurangi biaya transportasi,” kata Mohd Riza. Sedangkan Sekretaris Ruang Hemodialisa menyebutkan, saat ini tenaga perawat di ruang haemodialisa mencapai 21 orang, tenaga administrasi dan teknisi masing-masing satu orang.

Segera Berobat
Direktur RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, drg Mohd Riza Faisal MARS berharap agar warga yang punya gejala sakit ginjal untuk segera berobat di rumah sakit. Apalagi saat ini pelayanan yang diberikan rumah sakit semuanya gratis, sehingga seharusnya tidak ada alasan terlambat berobat.

“Kebanyakan pasien kalau sudah parah baru datang ke rumah sakit. Kami mengimbau berobat sedini mungkin, jangan menunggu parah,” kata dia. Selain itu, Mohd Riza juga berharap agar masyarakat mengedepankan pola hidup sehat serta bergerak atau melakukan olahraga secara rutin. Sebagian pasien yang datang dalam kondisi parah, terutama mereka yang menderita penyakit kencing manis. Karena kondisi ginjal sudah tidak berfungsi, maka terpaksa harus dilakukan cuci darah.(aya)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help