SerambiIndonesia/

Salam

Pengawasan Dana Rehab Jembatan Harus Ketat!

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I Banda Aceh, Ir Faturrahman menjeskan bahwa tahun ini pemerintah pusat

Pengawasan Dana Rehab Jembatan Harus Ketat!
Kerusakan abutmen jembatan Ulee Raket Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat semakin parah digerus erosi, Jumat (29/12). Warga menilai Pemkab tidak peduli karena tidak kunjung memperbaiki. 

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) I Banda Aceh, Ir Faturrahman menjeskan bahwa tahun ini pemerintah pusat memplot dana senilai Rp 800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan serta jembatan.

Menurutnya, tahun ini tidak ada pembangunan jalan baru, sehingga semua dana itu untuk pemeliharaan, peningkatan, serta perbaikan jembatan dan jalan.

“Sampai minggu kedua bulan ini, 56 paket proyek pemeliharaan, peningkatan, dan perbaikan jembatan serta jalan nasional di Aceh sudah selesai dilelang. Bulan ini juga akan dilakukan penandatanganan kontrak kerja,” kata Faturrahman, sebagaimana dikutip hari ini, Jumat (12/1).

Didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Banda Aceh, Ir Tabrani dan Sauqi, Faturrahman menyebutkan, di antara proyek yang sudah dilelang dan akan teken kontrak kerja itu adalah lintasan Aceh Tamiang, batas Sumut yang pagu anggarannya sekitar Rp 50 miliar.

Selanjutnya lintasan Takengon-Pameu, Pidie, pagu anggaran Rp 30 miliar yang pemanfaatannya untuk peningkatan mutu jalan, pengaspalan, dan pergantian beberapa jembatan bailey dengan jembatan permanen dari beton maupun rangka baja. Kemudian, pemeliharaan dan perbaikan kerusakan jalan Bireuen-Takengon Rp 50 miliar.

Selain itu, lanjut Tabrani, lintasan jalan lama Takengon-Gayo Lues melalui Uwak-Simpang Uning sepanjang 30-40 Km. Di lintas tersebut ada lanjutan perbaikan dan peningkatan mutu jalan yang sudah dikerjakan sejak 2016 melalui sistem kontrak kerja multi years (lebih dari setahun) 2016-2018.

“Pada tahun pertama 2016 dialokasikan dana Rp 150 miliar dari total pembiayaannya Rp 357 miliar. Tahun ini, merupakan tahun terakhir dan diharapkan pembangunannya bisa tuntas 100 persen,” sebut Tabrani.

Pemeliharaan dan perbaikan jembatan dan jalan juga dilakukan untuk wilayah pantai barat-selatan Aceh tembus ke tengah. Mulai dari Banda Aceh-Aceh Besar hingga batas Aceh Jaya sepanjang 150 Km yang sudah diplot Rp 100 miliar lebih. Selanjutnya, ruas jalan Beutong-Nagan Raya-Takengon, Aceh Tengah.

Kita tentunya menyambut baik atas perhatian pemerintah pusat untuk melakukan rehabilitasi terhadap sejumlah ruas jalan dan jembatan di Aceh. Apalagi mengingat proyek tersebut adalah benar-benar diluncurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Untuk itu, kita berharap jangan sampai dana dimaksud lebih banyak jatuh ke tangan oknum-oknum tertentu alias diselewengkan secara bersama-sama.

Tidak boleh ada pihak-pihak tertentu yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan ketimbang kepentingan masyarakat banyak. Sebab, kondisi itu akan berpengaruh terhadap kualitas proyek, yang pada ujungnya masyarakat juga yang dirugikan.

Pengawasan terhadap proyek ini harus dilakukan lebih ketat, lebih serius, dan juga lebih transparan. Nah?

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help