Perum Bulog Segera Lancarkan OP di Abdya

Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) VI Blangpidie melalui mitra pedagang beras segera melancarkan Operasi Pasar (OP)

Perum Bulog Segera Lancarkan OP di Abdya
KETUA Komisi II DPRA, Nurzahri didampingi anggota Sulaiman Ari dan Kartini Ibrahim sedang mengecek beras medium pemerintah yg dijadikan beras operasi pasar, di toko beras jalan TA Jalil, pasar Aceh Desa Kampung Baru, Banda Aceh, Rabu (10/1). 

BLANGPIDIE - Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) VI Blangpidie melalui mitra pedagang beras segera melancarkan Operasi Pasar (OP) beras di Kabupaten Abdya untuk menekan atau menstabilkan harga beras yang mengalami kenaikan akhir-akhir ini. “Kita rencanakan OP dilaksanakan Senin (lusa),” kata Kepala Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie Elmar Findra menjawab Serambi, Jumat (12/1).

Sesuai Petunjuk Kementerian Perdagangan RI bahwa OP beras dilaksanakan sampai 31 Maret mendatang. Berbeda dari sebelumnya, OP kali ini tidak lagi melibatkan Perum Bulog secara langsung, melainkan melalui mitra pedagang beras dengan mengambil lokasi di tempat usaha mitra itu sendiri. “Di tempat tersebut dipasang spanduk yang bertuliskan beras operasi pasar (OP),” kata Elmar Findra.

Sebelum dilaksanakan OP, maka mitra pedagang beras melakukan penebusan beras medium ke Bulog Sub Divre VI Blangpidie. Pelaksanaan OP beras di Kabupaten Abdya merupakan hasil rapat Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Abdya serta Satgas Pangan dan para mitra usaha Perum Bulog setempat.

Berdasarkan hasil rapat, OP beras dilaksanakan Senin (22/1), lusa dengan harga beras disepakati Rp 8.300 per kilogram (kg). Pelaksanaan OP yang dilaksanakan mitra usaha Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie diharapkan bisa menekan harga beras di pasaran yang mengalami kenaikan akhir-akhir ini.

Sementara itu harga beras di Kabupaten Abdya mengalami kenaikan rata-rata Rp 15.000 per sak isi 15 kilogram (kg). Tingkat harga yang kurang terjangkau sehingga sebagian besar warga kewalahan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, sementara stok gabah di tingkat petani nyaris tidak tersedia lagi.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Besar (DPC Perpadi) Kabupaten Abdya H Darwis ketika dihubungi Serambi mengakui bahwa kenaikan harga beras kali ini di luar dugaan. “Bayangkan beras lokal dijual di pasaran mencapai Rp 140.000 per sak isi 15 kg, padahal sebelumnya Rp 125.000 per sak,” katanya.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved