Rekan Tersangka Pembunuh tak Terlibat

Safrizal (40), warga Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/1) sore, diizinkan pulang

Rekan Tersangka  Pembunuh tak Terlibat
SERAMBI/SA’DUL BAHRI
Arbi Sulaiman didamping istrinya Eda mencerita tentang anak kandungnya Ridwan yang kini telah tersangka pembunuhan saat ditemui wartawan di rumahnya di Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya Jumat (12/1).SERAMBI/SA’DUL BAHRI 

* Ayah Ridwan Pernah Berwasiat

BANDA ACEH - Safrizal (40), warga Sei Kambing, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (12/1) sore, diizinkan pulang setelah dijemput oleh keluarganya karena tak terbukti ikut bersama tersangka Ridwan (22) membunuh Asun bersama istri dan seorang anaknya di Gampong Mulia, Banda Aceh.

Safrizal diamankan aparat kepolisian, karena pada saat penangkapan tersangka Ridwan di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Rabu (10/1) atas keterlibatannya membunuh Tjie Sun alias Asun sekeluarga di Banda Aceh, Safrizal sedang bersama tersangka di bandara.

Hal itu disampaikan Kombes Pol Teuku Saladin SH, beberapa saat seusai serah terima jabatan Kapolresta Banda Aceh dari dirinya ke AKBP Trisno Riyanto SH. “Padahal yang berhak menyampaikan ini Pak Trisno, Kapolresta Banda Aceh yang baru. Tapi, bisa kami informasikan bahwa Safrizal, rekan tersangka yang sempat diamankan dari Bandara Kualanamu, Sumut, dan ikut dibawa ke Polresta Banda Aceh, sore ini (kemarin -red) akan dipulangkan dan dijemput langsung oleh keluarganya,” kata Kombes T Saladin.

Mantan Kabid Humas Polda Aceh ini menjelaskan, Safrizal diizinkan pulang dan dibebaskan dari keterlibatan pembunuhan yang menimpa Asun bersama istrinya Minarti (39) serta seorang anak merka, Calliestos NG (8), berdasarkan keterangan yang disampaikan Safrizal dan sudah di-BAP oleh penyidik.

“Berdasarkan keterangan Safrizal dia ada di Bireuen saat kejadian itu. Kita tidak mudah percaya dengan keterangan dia. Lalu alibi dia itu kita kejar, dengan menurunkan tim ke desa yang dia sebutkan di Bireuen. Ternyata benar, dia berada di Bireuen saat itu,” kata mantan kapolres Bireuen ini.

Menurut Saladin, dalam keterangannya itu, Safrizal mengaku tanggal di kejadian saat kejadian pembunuhan Asun sekeluarga yang dilakukan oleh Ridwan, dirinya berada di Bireuen. Alasan Safrizal berada di sana, karena ada tanah di kabupaten itu yang dia tanami jagung. Lalu, selebihnya dia berada di Medan dan tanpa direncanakan dia bertemu dengan Ridwan, tersangka pembunuh.

Hal itu, menurut T Saladin, didengar dari Safrizal yang dia interogasi langsung di mapolresta pada Kamis (11/1) malam. “Kita langsung mengecek dan mengejar semua keterangan dia. Ternyata yang dia katakan benar. Safrizal ini sebenarnya calo taksi di Bandara Kualanamu. Pada saat itu dia bertemu tersangka dan mencoba menawarkan pengangkutan taksi kepada Ridwan. Bertepatan saat dia sedang menawarkan jasa taksi, tiba-tiba polisi datang meringkustersangka dan dia sedang berada di sana,” tutup Kombes Pol T Saladin.

Wasiat ayah
Sementara itu, tetesan air mata Arbi Sulaiman (60) mengalir saat disebut nama anak kandungnya, Ridwan (22) tersangka pelaku pembantaian satu keluarga di Gampong Mulia, Banda Aceh. Kesedihan itu terlihat saat ditemui Serambi, Jumat (12/1) sore, di rumahnya, Dusun Kulam Beude, Desa Paya Seumantok, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya yang ditemani sang istri, Eda (40).

Perjalanan menuju ke rumah Arbi, orang tua Ridwan, itu sekitar 3,5 kilometer dari Simpang Keude Krueng Sabee di jalan nasional Lintas Calang-Meulaboh. Arbi Sulaiman yang ditemui wartawan di rumah panggung miliknya yang sudah reot itu ia mengisahkan sepenggal perjalanan anaknya yang kini ditetapkan sebagai tersangka akibat kasus pembunuhan.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help