Semua Sawah Cetak Baru Bisa Ditanam di Pijay

Kegiatan cetak sawah baru di Pijay kerja sama antara Dinas Pertanian Pangan (Distanpang) dengan Danrem 011/LW

Semua Sawah Cetak Baru Bisa Ditanam di Pijay
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Danrem tinjau cetak sawah baru di Aceh Timur. 

MEUREUDU-Kegiatan cetak sawah baru di Pijay kerja sama antara Dinas Pertanian Pangan (Distanpang) dengan Danrem 011/LW di dua kecamatan, kini membuahkan hasil. Dari target sebelumnya seluas 80,5 hektare, setelah dilakukan adendum atau revisi akhirnya sawah yang dicetak seluas 71 hektare. Sementara sisanya seluas 9,5 hektare lagi dananya dikembalikan. Ke-71 hektare sawah baru itu tersebar di lima gampong.

Di Kecamatan Bandarbaru meliputi Gampong Blang Sukon, Sarah Panyang, dan Gampong Blang Glong. Sementara di Kecamatan Trienggadeng berlokasi di Gampong Tampui dan Rusep. Penanaman perdana dilakukan bupati bersama anggota muspida serta kadis terkait di Blang Sukon, Selasa (9/1). Kegiatan ini dihadiri camat dan anggota muspika, tokoh tani, penyuluh pertanian, dan Babinsa.

Kadistanpang Pidie Jaya, drh Muzakkir Muhammad kepada Serambi mengatakan, kegiatan cetak sawah yang didanai APBN senilai Rp 1.280.000.000 saat ini mulai difungsikan. Muzakkir meminta warga hendaknya dapat menanami secara terus menerus baik padi maupun tanaman palawija seperti kedelai, jagung, dan kacang tanah. Dari lima lokasi tersebut, lanjut Muzakkir, kecuali Gampong Sarah Panyang dan Blang Glong yang kini sedang pada tahap penyiapan lahan untuk ditanami. Ada pula yang sudah selesai tanam.

Yang melegakan, kata Kadistanpang Pijay itu di Blang Sukon, rencana semula 8,5 hektare, tapi belakangan yang dicetak menjadi 9,2 hektare. Bertambahnya areal karena ada lahan yang sebelumnya petani setempat enggan melepaskannya, tapi akhirnya disetujui. “Bagi daerah yang belum dimanfaatkan hendaknya telah disiapkan. Kalau pun tak mungkin padi sawah, ya ditanami saja dengan padi lading atau palawija seperti halnya jagung. Yang penting lahan itu difungsikan,” kata Muzakkir.

Pemerintah, lanjut Muzakkir, kini telah mengembalikan sawah dimaksud kepada masing-masing petani setelah biaya olah tanah, benih serta pupuk ditanggung oleh dinas. Kepada petani diminta supaya selesai panen padi, lahan itu tidak ditelantarkan tapi harus dimanfaatkan untuk menanam komoditas lainnya yang disesuaikan dengan daerah atau kondisi lahan itu sendiri.

Kepala BPP Bandarbaru Anwar SP membenarkan sawah di wilayahnya sudah dapat difungsikan sawah yang tidak cocok padi sawah, namun ditanami padi lading atau padi gogo. “Yang penting harus terisi tanaman,” timpal Anwar.

Camat Trienggadeng Ishak SE yang dihubungi Serambi kemarin membenarkan, sawah baruseluas 13,30 hektare yang kini selesai dicetak hampir seluruhnya ditanami padi. “Alhamdulillah, sawah baru di sini hampir seluruhnya selesai tanam,” kata Ishak.(ag)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help