SMAN 1 Tapaktuan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BkkkbN) Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, Jumat (12/1), meluncurkan

SMAN 1 Tapaktuan Jadi Sekolah Siaga Kependudukan
KEPALA Perwakilan BkkkbN Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, Jumat (12/1), meluncurkan SMAN 1 Tapaktuan, Aceh Selatan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pojok Kependudukan di halaman sekolah setempat, Jumat (12/1). IST 

BANDA ACEH - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BkkkbN) Aceh, Drs Sahidal Kastri MPd, Jumat (12/1), meluncurkan atau me-launching SMAN 1 Tapaktuan, Aceh Selatan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Pojok Kependudukan. Peluncuran itu berlangsung di halaman sekolah setempat.

Turut hadir Sekdakab Aceh Selatan, Nasjuddin SH MM, pejabat dari Perwakilan BkkbN Aceh yaitu Irma Dimyati SE MSi (Kabid Pengendalian Penduduk), Ir Nurzikra Hayati (Kabid KS-PK), dan Yuniarini SPsi MA (widyaiswara), serta Yusnidar SSi dari Dinas Pendidikan Aceh, Drs Nurilhadi (Kadis P3AKB Aceh Selatan), dan Jaspiandi SPd (Kepala SMA Negeri 1 Tapaktuan).

Sahidal dalam pidatonya mengajak stakeholder, guru, dan siswa agar peduli terhadap pendidikan kependudukan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Ia juga mengajak siswa di sekolah itu agar selalu menjaga kesehatan dan terus belajar agar dapat menghadapi tantangan di masa depan.

Menghadapi Bonus Demografi pada 2030-2035, menurut Sahidal, remaja harus mempersiapkan diri. Sebab, masyarakat merupakan pelaku dan penerima manfaat dari pembangunan (people center development). Untuk itu perlu meningkatkan kualitas. “Hal ini seiring dengan salah satu visi dan misi Pemerintah Aceh yaitu mewujudkan Aceh Carong,” ujar Sahidal Kastri.

Sekdakab Aceh Selatan, Nasjuddin SH MM menyambut baik dan bangga atas peluncuran SMAN 1 Tapaktuan menjadi sekolah siaga kependudukan. “Meski secara fisik belum menjadi yang terbaik, namun secara kualitas sumber daya manusia di SMAN 1 Tapaktuan terus ditingkatkan,” tegas Sekdakab.

Kepala SMAN 1 Tapaktuan, Jaspiandi SPd MPd, mengatakan, pihaknya akan berupaya menginternalisasikan program SSK ke dalam mata pelajaran di sekolah. Apalagi, menurutnya, SSK tak perlu menambah jam dan mata pelajaran. Tapi, cukup dengan mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Kadis P3AKB Aceh Selatan, Drs Nurilhadi menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan SSK di SMAN 1 Tapaktuan. Menurutnya, ke depan program yang sama juga akan dikembangkan di sekolah lain di wilayah kerjanya di samping program pembangunan lain. Dengan demikian upaya mewujudkan keluarga berkualitas dapat tercapai melalui program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga.(rel/jal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help