Ini yang Jadi Alasan Arab Saudi Ingin Larang Penjualan Suvenir Berbentuk Kabah

Dia menekankan, pembuatan suvenir harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan terhadap tempat-tempat

Ini yang Jadi Alasan Arab Saudi Ingin Larang Penjualan Suvenir Berbentuk Kabah
AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINE
Manusia menyemut melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan suci di Masjidil Haram, di Kota Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan. 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Perdagangan dan Investasi berencana melarang penjualan suvenir berbentuk maupun yang menampilkan Kabah, Masjidil Haram, dan Makam Ibrahim.

Menurut sumber dari Kementerian Perdagangan dan Investasi di Mekkah, suvenir dan barang antik akan disita. Toko yang melanggar diberitahu tujuan aturan itu untuk menjaga kesucian tempat-tempat tersebut.

Aturan ini mendapat respons berbeda. Ada yang mendukung dengan alasan yang sama dengan pemerintah, tetapi tidak sedikit yang menentang karena dampaknya pada ekonomi.

Guru Besar Hukum Islam Ali Al-Twaim menyampaikan, penjualan suvenir yang menampilkan gambar Kabah dan masjid suci sebagai bentuk penghinaan terhadap kesucian tempat-tempat itu  harus dihentikan.

Dia menekankan, pembuatan suvenir harus memperhitungkan kesucian dan kehormatan yang diberikan Tuhan terhadap tempat-tempat tersebut, serta kemungkinan pembeli meletakkan suvenir di tempat yang tidak pantas.

Namun, kekhawatiran tersebut dibantah Abdel Moneim Bukhari, pemilik perusahaan Al Meawiah untuk barang antik dan hadiah. Ia meyakini baik suvenir replika dibeli jamaah haji maupun umrah untuk mengingatkan mereka terhadap tempat yang mereka agungkan.

Selain itu, pakar ekonomi percaya sektor barang antik dan oleh-oleh di Mekkah dan Madinah juga akan membuka kesempatan kerja yang luas baik bagi pria maupun wanita dan juga peluang manufaktur skala besar.

Menurut dia, barang-barang tersebut memiliki efek ekonomi yang positif terhadap pendapat negara. Namun, ia menyarankan agar suvenir yang saat ini banyak diimpor dari negara lain dapat diproduksi di dalam negeri.

“Banyak dari barang-barang ini antara lain diproduksi di negara China, India, Taiwan, dan Pakistan, yang jauh dari pabrik khusus di Mekkah. Suvenir itu harus memenuhi standar kualitas dan rasa hormat yang tinggi," ujarnya.

Artikel ini telah ditayangkan pada kompas.com dengan judul : Arab Saudi Ingin Larang Penjualan Suvenir Berbentuk Kabah

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help