Puisi

Kepulan Asap

kita hidup dalam kepulan asap yang terenak dan tersesak terkadang membuat kita kabur

Kepulan Asap
SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK
Lomba baca puisi Kodim Aceh Utara 

Karya Habil Razali

kita hidup dalam kepulan asap
yang terenak dan tersesak
terkadang membuat kita kabur
untuk memandang masa depan
nyaris tampak tidak cerah
bahkan sama sekali tidak terarah
barang tentu kita larut menikmati asap

Lueng Bata, 5 November 2017

Kita

kita pernah melewati masa suram
saat hidup sama sekali tak mengenal siang dan malam
kita sibuk dengan uang dan lika-liku kehidupan
tentang cinta dan rindu yang penuh dilema
kita adalah manusia abadi
seakan hidup ini tak akan mati
kita serakah dan angkuh
sedikit kurang mengeluh
kita tak mengenal kata syukur
hingga kita lupa masih ada yang tak terukur
saat menjalani hidup
kita berpacu dalam angan
sehingga semuanya hanya tampak bayangan
kita sebenarnya lupa
kalau kita adalah cahaya yang semakin meredup
kemudian menghilang

Punge Jurong, 30 Oktober 2017

Mati

kita hanya menunggu waktu
ia datang memang tidak pernah menentu
jarak kita sedekat mata dan cepat sekedipnya
ia dan kita adalah cinta
sekali dipertemukan tak akan pernah dusta
ia yang dirindukan duka
untuk menjalani hari tanpa kata-kata
kita seorang tamu
di istananya kita segera dijamu

Darussalam, 30 Oktober 2017

* Habil Razali, Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala. Lahir dan dibesarkan di Keumala, Pidie, Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved