Kutacane-Medan Sempat Lumpuh 7 Jam

Lintasan Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) menuju Medan, Sumatera Utara (Sumut) sempat lumpuh selama 7,5 jam

Kutacane-Medan Sempat Lumpuh 7 Jam
IST
Salah satu truk yang dikerahkan untuk mengevakuasi kayu gelondongan yang "tumpah" di tikungan amoy, Sibolangit, Deliserdang, Sabtu (13/1/2018). Jalur yang menghubungkan Medan - Kutacane ini sempat lumpuh, namun sekira pukul 11.00 WIB sudah kembali normal. 

* Kayu Ilegal Tutupi Jalan

MEDAN - Lintasan Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) menuju Medan, Sumatera Utara (Sumut) sempat lumpuh selama 7,5 jam. Kondisi itu terjadi seusai truk sarat muatan kayu ilegal terbalik di tikungan tajam amoy, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Sumut pada Sabtu (13/1) dinihari, sekitar pukul 03.40 WIB.

Puluhan batang kayu gelondongan ini yang diduga hasil pembalakan liar di kawasan Gunung Leuser atau hutan lainnya bertujuan Medan. Namun, ketika melintasi tikungan tajam di tanjakan tinggi, truk mengalami kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan seluruh kayu gelondongan tumpah ke jalan.

“Truk pengangkut kayu terbalik saat melaju perlahan dari tikungan tajam menuju turunan terjal,” kata petugas Unit Lantas Polsek Pancurbatu, Brigadir Silaban, Sabtu (13/1) pagi. Dia menduga, kecelakaan yang terjadipukul 03.40 WIB itu disebabkan truk kelebihan muatan dan polisi sudah mengamankan sopir untuk dimintai keterangan di Polsek Pancurbatu.

Sedangkan tumpukan batang kayu menyebabkan ruas jalan tertutup telah menyebabkan seratusan kendaraan dari Medan menuju Berastagi atau sebaliknya terjebak. Disebutkan, evakuasi kayu gelondongan dilakukan pagi hari setelah tim gabungan mendatangkan alat berat dan sejumlah truk untuk dievakuasi ke tempat terbuka.

Sementara, seorang pengendara yang terjebak, Gustiar Zulkifli mengatakan tumpahan kayu itu mengganggu aktivitasnya sebagai sopir eksepedisi. Dia m engataka setiap pekan rutin melewati tikungan amoy untuk mendistribusikan barang dagangannya ke berbagai daerah, seperti Karo, Dairi hingga Aceh Singkil dan Aceh Tenggara.

“Tidak ada jalur alternatif, jadi kalau di sini bermasalah, maka betul-betul tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya. Dia menyebutkan, sekira pukul 11.00 WIB seluruh kayu gelondongan itu berhasil dievakuasi, sehingga seluruh kendaraan yang sempat terjebak 7,5 jam kembali melaju secara perlahan.

Dia menyatakan para pengendara yang kesal meminta polisi mengusut kasus itu sampai tuntas, karena selain kelebihan muatan, juga tidak tertutup kemungkinan kayu itu hasil penebangan liar. “ Disinikan kawasan hutan lindung, taman hutan raya (tahura). Jadi kenapa bisa ada kayu sebanyak itu,” tanya warga.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help