SerambiIndonesia/

Mantan Wagub Aceh Sebut Kenduri Menjadi Salah Satu Forum Penyelesaian Konflik

Tokoh Aceh di Jakarta itu menguraikan alasan kenduri banyak digelar di Aceh karena pada masa lalu sering terjadi konflik antarwarga.

Mantan Wagub Aceh Sebut Kenduri Menjadi Salah Satu Forum Penyelesaian Konflik
Ratusan anak yatim bersama jamaah zikir makan bersama pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Zikrullah Aceh, di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar mengatakan kenduri yang diselenggarakan masyarakat di Aceh, merupakan salah satu forum penyelesaian konflik antarwarga.

"Kalau kemudian di Aceh begitu banyak kenduri, itu ada maknanya. Bukan sekedar makan makan. Melainkan sebagai forum penyelesaian konflik warga," kata Muhammad Nazar saat berbicara pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan warga Aceh Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Manggarai, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) malam.

Menurut Nazar, beragam jenis kenduri di Aceh, ada yang disebut kenduri bayi turun tanah hingga kenduri tren u blang (dimulainya musim tanam), juga kenduri maulid.

(Baca: Dua Warga Aceh Dikabarkan Ditangkap di Malaysia, Haji Uma Masih Kumpulkan Informasi)

Tokoh Aceh di Jakarta itu menguraikan alasan kenduri banyak digelar di Aceh karena pada masa lalu sering terjadi konflik antarwarga.

Dengan hadir pada acara kenduri, mereka dapat bersilaturrahmi dan saling kenal. "Melalui agenda kenduri, penduduk dapat berkumpul dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui diplomasi piring nasi," kata Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012 ini.

Disebutkan kenduri juga berdampak kepada sosial yakni sebagai peredam konflik. "Jika dengan makan-makan tidak menyelesaikan konflik, sulit mencari solusi lain,” ungkap Nazar.

(Baca: Nostalgia Titisan Malahayati  )

Kaharuddin Syah mewakili pengurus PP-TIM dalam sambutanya menyatakan warga Aceh di mana pun berada harus bisa berbaur dengan warga sekitarnya.

Menurutnya, pembauran ini untuk menguatkan persatuan dan kesatuan. Diketahui, warga Aceh di mana pun berada cepat berbaur.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help