Pelaku Bekerja Seorang Diri

Tabir pembunuhan Hasudungan Aruan (55) yang menghebohkan warga Aceh Tenggara, mulai tersingkap seiring

Pelaku Bekerja Seorang Diri
SERAMBI/ASNAWI LUWI
PETUGAS mengevakuasi jasad Hasudungan Aruan, korban pembunuhan oleh istrinya yang ditanam di kebun kakao Desa Lawe Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Jumat (12/1).SERAMBI/ASNAWI LUWI 

* Kasus Istri Bunuh Suami

KUTACANE - Tabir pembunuhan Hasudungan Aruan (55) yang menghebohkan warga Aceh Tenggara, mulai tersingkap seiring berjalannya pemeriksaan tersangka oleh polisi. Tersangka Tiomas Bere Penjaitan yang tak lain istri korban, mengaku bekerja seorang diri alias pelaku tunggal dalam kasus tersebut.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi didampingi Kapolsek Semadam, Ipda Saniman, kepada Serambi Sabtu (13/1) mengatakan, fakta itu diperoleh berdasarkan keterangan tersangka dan olah tempat kejadian perkara. “Pelaku mengakui kalau dirinya sendiri yang membunuh suaminya dengan cara memukul bagian kepala suaminya dengan besi baja yang panjangnya sekitar 50 sentimeter,” ungkap Kapolres.

Berdasarkan pengakuan tersangka, peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa suaminya itu terjadi pada tanggal 6 Desember 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, kata Tiomas kepada polisi, suaminya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk berat akibat mengkonsumsi tuak.

Tiomas mengaku tidak tahu sebabnya, tiba-tiba ia khilaf dan memukul bagian kepala suaminya dengan besi baja yang panjangnya sekitar 50 sentimeter. Hanya sekali pukulan, Hasudungan Aruan langsung tersungkur dan beberapa saat kemudian menghembuskan napas terakhir.

Kepada polisi, Tiomas mengatakan tidak ada seorang pun yang melihat kejadian tersebut, karena hanya mereka berdua yang berada di rumah itu. Termasuk saat dia membawa jasad suaminya ke kebun cokelat, sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tersangka membawa suaminya yang dibungkus plastik warna hitam bekas jemuran cokelat dengan sorongan. Kemudian mengali lubang di kebun cokelatnya dan langsung menguburkan korban,” kata Kapolres Aceh Tenggara mengutip hasil pemeriksaan tersangka. 

Tiomas juga mengatakan, pada malam sebelum kejadian, dia dan suaminya sempat bertengkar hebat. Menurutnya, pertengkaran antara dirinya dengan suaminya sudah sering sekali terjadi, bahkan kerap menjurus kepada tindak kekerasan kepada dirinya (KDRT).

Diberitakan sebelumnya, Tiomas boru Panjaitan (50), ibu lima anak (bukan tiga anak seperti diberitakan kemarin), warga Desa Lawe Petanduk, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara (Agara), tega menghabisi nyawa Hasudungan Aruan (55) yang tak lain adalah suaminya karena sering cekcok. Jasad korban bahkan dia tanam sendirian di kebun cokelat, sekitar 2 kilometer dari rumah mereka sebagai tempat kejadian.

Kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Agara itu terungkap setelah masyarakat Lawe Petanduk yang kehilangan seorang warganya hampir sebulan lalu, menggelar rapat di kantor desa pada Kamis (11/1). Dalam rapat yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB, Tiomas Panjaitan mengakui bahwa suaminya sebenarnya bukan hilang, melainkan telah ia bunuh dan dikubur di kebun kakao milik mereka.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help