Uji Kalayakan Bus Urusan Kabupaten  

KECELAKAAN lalu lintas yang melibatkan bus Sempati Star kembali terjadi, dengan lokasi musibah kali ini

Uji Kalayakan Bus Urusan Kabupaten   
IST
Bus Sempati Star yang menabrak becak yang membawa siswi kesurupan di Desa Alue Pade, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya, Sabtu (13/1/2018) 

KECELAKAAN lalu lintas yang melibatkan bus Sempati Star kembali terjadi, dengan lokasi musibah kali ini di Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan, kawasan Desa Alue Pade, Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Sabtu (13/1).

Catatan Serambi, musibah Sempati Star kali ini merupakan yang kedua pada awal tahun 2018. Sedangkan di tahun 2017, tercatat ada delapan kali insiden kecelakaan yang melibatkan Sempati Star.

Sederet kecelakaan yang melibatkan bus Sempati Star selalu saja mengundang beragam komentar netizen di dunia maya, tak sedikit yang menyampaikan komentar miring, bahkan ada yang meminta bus itu tak lagi mengaspal.

Kecelakaan terakhir di penutup 2017 yang belum lekang dalam ingatan adalah pada 22 Desember di Trienggadeng, Pidie Jaya. Kecelakaan di Trienggadengan melibatkan Sempati Star dengan mobil pikap yang merenggut enam nyawa.

Atas sederet kecelakaan itu, kemarin, Serambi meminta tanggapan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, terkait apa yang akan dilakukan dinas itu atas fakta kecelakaan yang melibatkan bus Sempati Star selama ini. Kadishub Aceh, Zulkarnaen mengatakan, soal kecelakaan bukanlah tanggung jawab Dinas Perhubungan semata.

“Kewenangan kita itu terpilah-pilah, jadi bukan hanya provinsi saja, tapi juga ada dishub kabupaten/kota, kemudian juga melibatkan polisi, PU. Semuanya itu saling berkaitan, bicara di provinsi bukan bicara kecelakaan,” kata Zulkarnaen.

Ia mengatakan, faktor kecelakaan itu macam-macam, ada faktor jalan, manusia, kendaraan, juga ada lingkungan. Dishub sendiri, kata Zulkarnaen, untuk angkutan umum bertanggung jawab pada pengecekan mobil laik jalan, itupun dilakukan oleh dinas perhubungan kabupaten/kota. “KIR atau uji layak kendaraan atau uji kendaraan itu dilakukan di dishub kabupaten/kota,” katanya.

Untuk Dishub Aceh sendiri, setiap tahun dan pada momen seperti lebaran, tahun baru juga melakukan razia-razia untuk angkutan umum, jika kedapatan di jalan tidak layak maka Dishub Aceh juga akan menindaknya. Selanjutnya, Dishub Aceh juga setiap tahun menggelar pemilihan awak kendaraan umum teladan (AKUT).

“Jadi memang wewenang kita terpilha-pilah, apalagi kalau itu jalan nasional, nanti kalau masalah rambu atau fasilitas jalan itu urusan dirjen darat, kita bisa menambahkan jika memang punya anggaran, tapi harus koordinasi. Kemudian kalau masalah kondisi jalan itu juga urusan PU, jadi dibagi-bagi wewenangnya,” ujar Zulkarnaen.

Terkait insiden kecelakaan Sempati Star, Serambi berulang kali menanyakan kepada Zulkarnaen, siapa yang berhak melakukan pemeriksaan ataupun memberi peringatan, namun Zulkarnaen tidak menjawab secara detil. Dia menyebutkan, bahwa tugas mereka untuk memeriksa kendaaran yang laik jalan tidak hanya terbatas pada satu perusahaan. “Bukan hanya Sempati Star saja, tapi semua angkutan umum kita periksa,” ujarnya.

Dia jua menyebutkan, bahwa ada beberapa instansi yang dibentuk dengan SK Gubernur Aceh dengan nama badan pengelola lalu lintas Aceh. Menurutnya, tim ini nanti yang akan mengevaluasi atas semua kecelakaan yang terjadi di Aceh. “Ini kan baru awal tahun, belum di-SK-kan oleh gubernur,” katanya.

Ditanya apakah tidak ada inisiatif Dishub Aceh selaku stake holder terkait, untuk memanggail pemilik Sempati Star atas rentetan kecelakaan yang melibatkan bus itu selama ini? Zulkarnaen menjawab sumir atas pertanyaan itu. “Kita lihat dulu, nanti ada tim terkait, berdasarkan evaluasi, kita akan duduk lagi membahas semua yang menyangkut urusan lalu lintas,” pungkas Zulkarnaen. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help